Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, KARAWANG -- Ratusan siswa asal SDN Situdam 1, Desa Situdam, Kecamatan Jatisari, mengeluhkan soal pencemaran aliran Sungai Cilamaya. Sebab, air sungai tersebut bila musim kemarau berubah warna menjadi hitam. Parahnya lagi, dari sungai tersebut tercium bau yang tak sedap.

Daffa Hidayat, siswa kelas enam SDN Situdam 1 Jatisari, mengatakan, bau limbah dari air sungai ini sudah sangat mengganggu. Kondisi ini, terjadi sudah puluhan tahun.

Bau limbah yang busuk tercium, saat musim kemarau saja. Karena, pada musim kering ini debit air sungai menyusut. Yang ada justru, air limbah berwarna hitam pekat.

"Setiap hari, udara di kelas kami sangat buruk. Baunya bikin mual," ujarnya, kepada sejumlah media, Selasa (1/8).
Menurut Daffa, jarak sekolahnya ke bibir Sungai Cilamaya ini hanya beberapa meter saja. Jadi, sangat wajar bila setiap hari, kegiatan belajar terganggu dengan bau limbah yang menyengat.

Ia ingin kondisi ini segera teratasi. Supaya, pelajar di sekolah ini bisa menghirup udara yang segar saat musim kemarau. Sedangkan saat musim penghujan, limbah cair dari hulu itu tak terlalu kentara. Sebab, debit sungainya besar. Sehingga, air limbah itu terbawa sampai ke hilir.

"Kita ingin, udara di sekolah ini segar. Supaya, kita bisa konsentrasi belajarnya," ujarnya.
Sementara itu, guru kelas enam SDN Situdam 1 Jatisari, Asdi Yahya Sudarwat, membenarkan bila setiap musim kemarau udara di lingkungan sekolah sangat bau. Hal itu, disebabkan pencemaran Sungai Cilamaya yang jaraknya ke sekolah hanya 10 meter.

"Puluhan tahun kami seperti ini. Setiap musim kemarau, udara di sekolah kami selalu bau," ujarnya.
Bau limbah ini, tentunya sangat menganggu kegiatan belajar. Tak hanya guru, anak-anak juga mengeluhkan hal yang sama.

Kondisi ini sudah dilaporkan ke UPTD maupun instansi terkait. Akan tetapi, hingga saat ini belum ada solusi nyata atas pencemaran Sungai Cilamaya ini. [] Republika, foto : ilustrasi

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.