Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, YANGON -- Penyerangan 30 pos polisi dan militer Myanmar oleh militan Rohingya berbuntut panjang. Dengan taktik licik, militer Myanmar membumihanguskan sebuah mesjid yang sedang digunakan untuk shalat subuh berjamaah.

"Mereka membunuh warga sipil yang sedang melakukan shalat. Mereka benar-benar iblis," teriak Hasan (32), seperti dikutip dari TheAsiaGuardian.com

Setidaknya ratusan warga tidak bersalah menjadi korban pembakaran sadis itu. Terlebih lagi, masjid yang dibakar tersebut merupakan salah satu tempat pengungsian warga Rohingya.

Pemerintah Myanmar belum mengeluarkan statement apapun terkait aksi brutal tersebut.

Sementara itu, pertempuran masih terjadi di sekitar kota Rathedaung, di mana telah terjadi penumpukan pasukan Myanmar dalam beberapa pekan terakhir.

”Anggota militer dan polisi bertempur melawan teroris ekstremis Bengali,” kata Min Aung Hlaing, panglima tertinggi angkatan bersenjata negara itu, dalam sebuah pernyataan yang menggunakan deskripsi negara untuk kelompok militan Rohingya.

”Orang-orang bersembunyi, terutama orang tua dan wanita,” kata Hla Tun, seorang pria Rohingya dari sebuah desa yang dekat dengan lokasi pertempuran, kepada Guardian.

”Militer mencoba memasuki desa kami pada pukul 15.30 dan menembak kami dengan senjata api,” katanya, yang menambahkan bahwa empat warga Rohingya terbunuh. [] rakyatsumatera.online, foto : ilustrasi

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.