Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, SERUWAY -- Petugas Polisi Kehutanan (Polhut) Kecamatan Seruway menghentikan dan memeriksa kelengkapan satu unit mobil box yang mengangkut berupa hasil hutan non kayu atau arang bakau di Kampung Pantai Balai Kecamatan Seruway Sabtu (05/08) sekitar pukul 17.30 Wib.

Penyetopan terhadap mobil box pengangkut arang itu dilakukan langsung oleh Kepala Resort Pengelolaan Hutan (KRPH) Seruway Lukmansyah bersama dua anggotanya. Menurut Lukmansyah, dia menerima informasi dari anggotanya yang berada di lapangan sedang ada pemuatan arang ke dalam mobil box di Kampung Paya Udang Seruway. Mendapat informasi tersebut pihaknya langsung meluncur dan melakukan pemantauan.

Setelah dihentikan dan diperiksa, sopir mobil box BK 8614 BF yang mengaku bernama Sudar warga Binjai Sumatera Utara tersebut tidak dapat menunjukkan dokumen apapun untuk mengangkut arang tersebut.

Menurut pengakuan Sudar kepada TamiangNews.com, arang dengan berat 2 ton yang ada dalam mobil box BK 8614 BF tersebut dimuat dari Kampung Paya Udang Kecamatan Seruway dan akan dibawa ke Medan.

"Arang ini berasal dari Kampung Paya Udang, saya hanya dibayar untuk membawa arang ini, saya baru pertama membawa arang, biasanya saya mengangkut gas LPG", ujar Sudar.

Ketika ditanya siapa pemiliknya arang tersebut, Sudar hanya menunjuk seseorang yang berdiri dekat mobil box yang berisi arang yang saat itu sedang sibuk telepon, dan orang tersebut tidak lain adalah juga seorang oknum abdi negara petugas Polhut berinisial UBG yang bertugas di KRPH Kecamatan Tamiang Hulu.

Kepada TamiangNews, UBG mengaku arang tersebut bukan miliknya. "Tidak mungkin arang ini punya aku bang, aku hanya perpanjangan tangan saja nya ini", ungkap UBG.

Menurut keterangan KRPH Kecamatan Seruway, Lukmansyah kepada TamiangNews, saat ini tidak ada satu pun kegiatan penebangan dan pengolahan kayu bakau menjadi arang yang mempunyai Izin di Kecamatan Seruway.

"Tidak ada satupun kegiatan mempunyai izin, baik penebangan maupun pengolahan kayu bakau mejadi arang di Kecamatan Seruway. Secara aturan, penebangan dan pengolahan harus mempunyai izin, dan pengangkutannya juga harus dilengkapi dengan dokumen yang sah", ujar Lukmansyah.

Kepala Bagian Kesatuan Pengelolaan Hutan (KBKPH) Kecamatan Tamiang Hulu, Burhanuddin SP yang dihubungi TamiangNews via telepon seluler mengatakan, "saya tidak bisa ikut campur masalah tersebut, walaupun UBG itu anggota saya, tetapi wilayah Kecamatan Seruway itu bukan wilayah kerja saya, biar UBG sendiri yang menyelesaikan masalahnya itu", ujar Burhanuddin.

Setelah diperiksa dan dicatat, saat ini arang tersebut telah dilepas dan berangkat kembali menuju Medan. Menurut KRPH Seruway Lukmansyah, hal ini karena belum dilaporkan kepada Kepala KPH yang ada di Langsa, karena Kepala KPH sedang tidak berada di tempat. Dan saat TamiangNews mengubungi Kepala KPH Wilayah III Darmi S.Hut via telepon cellulernya, juga tidak aktif.

"Saya akan melaporkan kejadian sore ini kepada Kepala KPH di Langsa, dan akan mohon arahan langkah-langkah apa yang harus dilaksankan untuk peredaran arang selanjutnya", pungkas Lukmasnyah. [] TN-Tim

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.