Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, WASHINGTON -- Pejabat intelijen Amerika Serikat (AS) menyatakan, berdasarkan informasi yang mereka miliki, Korea Utara (Korut) memiliki kemampuan untuk memproduksi mesin rudal mereka sendiri. Menurut pejabat tersebut, Korut tidak bergantung pada negara lain untuk mendapatkan mesin rudal.

"Kami memiliki data intelijen untuk menunjukkan bahwa Korut tidak bergantung pada impor mesin. Sebaliknya, kami menilai mereka memiliki kemampuan untuk memproduksi mesin itu sendiri," kata pejabat yang berbicara dalam kondisi anonim, seperti dilansir Reuters pada Rabu (16/8).

Pernyataan ini seakan menepis laporan yang diterbitkan oleh International Institute for Strategic Studies (IISS) yang berbasis di London. Publikasi berjudul “The secret to North Korea's ICBM success” mengungkap bahwa kemajuan yang mengejutkan dari program rudal Korut terkait langsung dengan mesin dari pabrik di Ukraina yang diperoleh secara ilegal.

Pria di balik studi tersebut dalah pakar rudal pertahanan untuk IISS, Michael Elleman. Menurutnya, bukti kuat pertama dari kemajuan program rudal jarak jauh Korut yang mengejutkan selama dua tahun terakhir adalah hasil dari LPE era Soviet yang diperoleh Pyongyang.

Elleman melanjutkan, mesin RDE-250—sebuah LPE versi modifikasi yang pernah diproduksi oleh KB Yuzhnoye dari Ukraina—telah digunakan untuk medukung rudal terbaru Korut. ”Rudal balistik jarak menengah, Hwasong-12, dan rudal balistik antarbenua (ICBM), Hwasong -14,” kata Elleman.

Pemerintah Ukraina sendiri telah membantah laporan tersebut. Kiev menegaskan, mereka selalu bertindak sesuai dengan hukum internasional. "Ukraina tidak pernah memasok mesin roket atau teknologi rudal ke Korut," kata Sekretaris Dewan Keamanan Nasional dan Pertahanan Ukraina, Aleksandr Turchinov. [] sindonews.com, foto : ilustrasi

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.