Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, SINGKIL -- Kepala Dinss Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Kadisdukcapil) Aceh Singkil, Syasfin, mengakui blangko KTP elektronik disimpan di rumahnya.

Namun bukan tanpa alasan, blangko yang kerap kosong itu disimpan di rumah.
Menurutnya hal tersebut dilakukan guna mencegah penyalahgunaan penggunaan blangko. Sebab setiap lembar blangko KTP harus ia pertanggungjawabkan kepada Kementerin Dalam Negeri.

"Saya simpan di rumah untuk mencegah kebocoran. Tiap lembar harus dipertanggungjawabkan," ujar Syasfin.
Ditanya mengapa sudah sepekan pencetakan e-KTP tidak bisa dilakukan. Kadisdukcapil, berkilah sepengetahuannya blangko masih tersedia di stafnya, walau jumlahnya sedikit.

"Masih ada itu di staf saya walau sedikit, kuncinya pun dia yang pegang," ujarnya.
Syasfin menyatakan pencetakan KTP elektronik dalam beberapa hari terakhir sempat tidak bisa dilakukan sebab data dalam server terlalu penuh.

"Namun sudah berhasil diperbaiki, sehingga pencetakan KTP sudah bisa dilakukan dalam waktu dekat," demikian Syasfin.

Sebagaimana diberitakan sejak sepekan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Aceh Singkil, tidak bisa memproses pencetak KTP elektronik. Uniknya berdasarkan informasi tak bisa cetak KTP bukan karena tidak ada blangko.

Tetapi lantaran blangko KTP disimpan di rumah Kepala Disdukcapil setempat, Syasfin. Nahasnya sang kadis sedang berada di luar daerah, sehingga puluhan warga yang hendak buat KTP pulang dengan kecewa.

"Yang mau buat KTP elektronik kecewa, katanya tidak ada blangko. Setelah dicek ternyata blangko di rumah kadis. Tapi kadisnya tidak ada," kata Agustizar warga yang hendak mengurus KTP, Senin (7/8/2017). [] tribunnews.com, foto : ilustrasi

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.