Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, KARANG BARU -- Idul Adha 1438 H tinggal dua hari kedepan. Tim distribusi Green Kurban Sinergi Foundation pun mulai melakukan mobilisasi hewan kurban ke daerah-daerah pelosok di Indonesia. Di antaranya ke 8 titik distribusi ke desa perdalaman di Kabupaten Aceh Tamiang dan Kabupaten Aceh Timur.

Untuk Kabupaten Aceh Tamiang terdiri dari 3 desa yakni Kampung Bengkelang kecamatan Bandar Pusaka, kampung Sulum dan Kampung Tanjung Gelumpang kecamatan Sekrak. Sedangkan untuk Kabupaten Aceh Timur terdiri dari 5 gampong di kecamatan Simpang jernih yakni Gampong Pante Kera, Melidi, Tampur Bor, Ranto Naro dan Gampong Rantau Panjang

Perjalanan menuju ke sana bukan tanpa kendala. Demi mencapai tujuan, tak hanya jalan darat yang berlumpur yang harus ditempuh. Namun juga membelah arus sungai yang cukup deras karena hujan yang terus turun empat hari terakhir. Perjalanan ini, menghabiskan waktu sekira 2,5 jam menggunakan perahu boat.

Ada peristiwa lucu dalam pendistribusian hewan kurban ke tempat ini. Tepatnya, saat berada di penyeberangan Bengkelang, sapi kurban sempat berontak, melawan saat dituntun menuju perahu.

Bahkan, rintangan tak berhenti sampai di sana. Tim Green Kurban pun haru melewati batu raksasa yang disebut Batu Katak, yang letaknya di tengah sungai. Di titik ini, nyawa dipertaruhkan.

“Di Batu Katak, beberapa kali kecelakaan merenggut nyawa manusia. Salah satu yang dramatis, yaitu meninggalnya dua orang guru dari pulau Jawa, plus pengemudi perahu boat yang diterjang arus sungai yang demikian deras,” ujar Sepriyanto, ketua Yayasan Sinergi Foundation yang mengepalai langsung tim monitoring wilayah Aceh, dalam keterangannya yang diterima oleh TamiangNews, Rabu (30/8).

Selain harus melewati batu katak dan naik boat selama 2,5 jam,tim green kurban yang menuju ke Gampong Ranto Naro kecamatan Simpang Jernih harus melalukan perjalanan dengan berjalan kaki melalui jalanan setapak di area bekas hutan tanaman industri (HTI) di jajaran bukit barisan,sepanjang 12 km. Butuh waktu 3 sampai 4 jam berjalan kaki menuju Ranto Naro.

"Delapan titik lokasi pendistribusian sapi kurban yang terletak di daerah pendalaman di kabupaten Aceh Timur dan kabupaten Aceh Tamiang memiliki rintangan dan tantangan tersendiri. Walaupun medan yang dilalui sangat sulit ,dengan semangat yang ada dapat dilalui oleh semua relawan. Selain harus melewati jalan berlumpur,untuk mencapai titik lokasi kurban perjalanan harus di lanjutkan dengan menggunakan boat dan ada yang harus menggunakan transportasi getek", ungkap Sepriyanto. [] TN-W004

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.