Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, KARANG BARU -- Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh, Sabtu (12/8) sekitar pukul 04.00 pagi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa kilang kayu (sawmill) yang ada di sekitar Kuala Simpang, Kota Langsa dan Aceh Timur. Sidak yang sengaja dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya dan dilakukan menjelang pagi hari karena adanya informasi bahwa kilang kayu sering memasukkan dan mengolah kayu ilegal mulai tengah malam hingga menjelang pagi.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh Ir. Saminuddin B. Tou, M.Si via rilisnya yang diterima TamiangNews.com Sabtu (12/8). Ditulis dalam pers relis itu, sidak itu sempat mengagetkan banyak pihak, terutama pemilik kilang kayu, karena sebelumnya hal ini belum pernah dilakukan. Juga tanpa pemberitahuan kepada petugas kehutanan di daerah. Kadis LHK Aceh Ir. Saminuddin B. Tou, M.Si, meluncur ke lokasi dari Banda Aceh malam hari dan tiba di titik sasaran menjelang pukul 04.00 pagi.

Kepala Dinas LHK Aceh Ir. Saminuddin B. Tou, M.Si, akan terus menekan peredaran kayu-kayu ilegal dan melakukan perbaikan pada aparatnya yang tidak menunjukkan komitmen menegakkan peraturan di bidang kehutanan.

Untuk itu pemantauan dan penertiban akan terus dilakukan, pelanggaran terhadap peraturan tidak bisa dibiarkan, sebut Ir. Saminuddin B. Tou, M.Si.

Namun sangat disayangkan dalam pers liris itu tidak disebutkan hasil temuan di lapangan tersebut apakah akan disita atau dibiarkan saja, seperti yang sudah pernah terjadi terhadap penangkapan  arang yang menggunakan mobil Box beberapa hari yang lalu yang akhirnya dilepas kembali kepada pemiliknya yang juga orang dalam sebagai polhut di Aceh Tamiang.

Salah seorang pegiat LSM di Aceh Tamiang, S. Adi Putra Minggu (13/08) mempertanyakan tentang hasil sidak yang dilakukan Kepala Dinas LHK Provinsi Aceh.

"Sidak yang dilakukan merupakan langkah baik untuk mengetahui secara langsung apakah benar telah terjadi peredaran hasil hutan kayu secara ilegal yang selama ini duduga kerap terjadi. Namun kami mempertanyakan apa hasil dari sidak yang dilakukan dan berapa banyak temuan kayu yang diduga ilegal, serta berapa banyak perusahaan ataupun perorangan yang ikut terlibat dalam peredaran kayu ilegal dari hasil sidak tersebut, serta apa langkah-langkah yang akan diambil selanjutnya oleh pihak Dinas LHK Provinsi Aceh, itu adalah hal yang terpenting, bukan hanya foto-foto dengan tumpukan atau rakit kayu yang ditemukan", ungkap S. Adi Putra.

Menurut pantauan TamiangNews.com Minggu (13/08) di Lokasi Sawmill, terlihat ada ratusan m3 (meter kubik) yang diduga hasil illegal logging terhampar disana, mau diapakan apakah dibiarkan saja demikian atau disita untuk negara tidak ada kejelasan. Ini jelas-jelas merugikan negara hingga milyaran rupiah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Aceh Saminuddin B Tou yang coba dikonfirmasi TamiangNews.com melalui telepon selularnya tidak diangkat dan melalui pesan singkat juga tidak dibalas, padahal awak media ingin penjelasan hasil dari sidak yang dilakukan Sabtu (12/08). [] TN-W007

Teks Photo : Ratusan m3 (meter kubik) kayu terhampar di dalam sungai maupun yang tertupuk di sejumlah kilang sawmill di Aceh Timur Kota Langsa dan Aceh Tamiang, dibiarkan tak bertuan. Sementara Kadis LHK Aceh Saminuddin B.Tou belum bisa memberikan penjelasan tentang kayu tersebut, sehingga terkesan hanya berselfi dengan temuannya. (Saiful Alam.SE/Dok TamiangNews.com).

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.