Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, KARANG BARU -- Miswanto oknum Anggota DPRK Aceh Tamiang dari Partai Aceh (PA) asal Daerah Pemilihan (Dapil) 3, beberapa waktu lalu pernah sempat dihebohkan oleh berita tentang dugaan sebagai oknum "pembela" Bupati Aceh Tamiang dan menentang wakil rakyat yang mengkritik sang bupati yang terindikasi abuse of power namun selama ini terkesan kebal hukum.

Demikian ungkap Ketua Forum Peduli Rakyat Miskin (FPRM) Aceh Tamiang, Nasruddin, kepada wartawan melalui pesan WhatsApp (WA) Rabu (02/08).

Menurut Nasruddin, Miswanto terindikasi sebagai oknum yang kerap melanggar sumpah dan janjinya sebagai wakil rakyat.

Mantan aktivis '98 tersebut menegaskan, selama menjabat sebagai Ketua Komisi C DPRK Aceh Tamiang, Miswanto terkesan tidak transparan. Buktinya beberapa kali Komisi C melaksanakan Pansus, namun tidak pernah dipublikasikan ke media massa, baik media cetak maupun media elektronik. Jika tidak dipublikasikan maka diduga kuat ada hal-hal yang ditutupi.

"Mengelola kelembagaan publik tidaklah bisa dilakukan secara asal dan dengan cara diam-diam, tanpa ada pemberitahuan kepada pihak publik. Komisi C bukanlah usaha pribadi milik Miswanto yang boleh dijalankan sesuai dengan selera pribadi Miswanto", terang Nasruddin.

Tambahnya lagi, diduga kuat bahwa Miswanto bukanlah seorang wakil rakyat yang memiliki tipikal sebagai Anggota DPRK Aceh Tamiang yang tulus memperjuangkan aspirasi rakyatnya, bukti yang sederhana sekali dapat dilihat dari sejumlah kegiatan pokok-pokok pikiran (Pokir) TA 2017 atas nama dirinya bukanlah berasal dari usulan konstituennya.

Miswanto yang berasal dari Dapil 3, kenapa harus gadaikan moralnya untuk memunculkan kegiatan di Dapil 1 dan 2, seperti pekerajaan pengecetan ruangan RSUD Aceh Tamiang, pembangunan Rumah Sakit Sederhana di Dusun Kampung Jawa Belakang, Kampung Bundar, Kecamatan Karang Baru, dan Rehab Tambak di Kampung Pahlawan, Kecamatan Manyak Payed. Hal yang begini dapat menyakiti hati para konstituennya sendiri.

Nasruddin mengatakan, FPRM hanyalah sebuah Lembaga Sosial yang hanya berupaya memberikan pencerahan kepada publik di Aceh Tamiang. Terkait keputusan tentang status Miswanto, sepenuhnya di pihak Ketua PA Aceh Tamiang. Namun, baik atau buruknya keputusan dari Ketua PA akan terlihat pada saat pelaksanaan Pileg 2019 ke depan", tutup Nasruddin. [] TN-W007, foto : ilustrasi

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.