Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, MALANG -- Upacara bendera untuk mengenang pahlawan yang gugur, saat berjuang meraih kemerdekaan di Kota Malang, bisa jadi upacara paling ekstrem. Warga berjejer di pinggir rel kereta api yang masih aktif dan melakukan upacara dengan tertib.

Lokasi perkampungan warga Comboran RT 09 RW 07, Sukoharjo, Klojen, Kota Malang, yang sempit tak membuat warga kehilangan semangat untuk melakukan upacara bendera. Perkampungan ini berada disepanjang jalur kereta api milik Pertamina.

Anak-anak, pemuda-pemudi, bapak-bapak hingga ibu-ibu rumah tangga ikut memperingati upacara bendera yang dilakukan persis di pinggir rel kereta api. Upacara dilakukan dengan khidmat meski berada ditengah ancaman kereta api yang lewat. Hampir seluruh perangkat dan tata tertib yang ada dalam upacara bendera juga dilakukan warga sekitar. Hal yang paling unik adalah saat kereta api tangki milik pertamina lewat.

Seluruh peserta upacara diiminta menepi oleh danton upacara dan pemimpin upacara saat kereta api lewat. Suasana yang sebelumnya khidmat berubah menjadi riang karena barisan harus mundur untuk menyelamatkan diri dari terjangan kereta api.

"Kita mau memberi tahu orang-orang meski berada di lingkungan kecil, kita ingin mengisi kemerdekaan. Meski ditepi rel kereta, kita warga RT 9 punya kesadaran dan mau mengenang jasa pejuang," kata Ketua RT 09 Mochamad Suli, Kamis, 17 Agustus 2017.

Ada sedikitnya 80 warga yang mengikuti upacara bendera. Alasan mereka satu, ketakutan ancaman kereta api bisa dihindari. Namun, mengenang jasa pahlawan yang tidak takut melawan penjajah saat merebut kemerdekaan wajib diberi penghormatan.

"Kita tidak takut menghadapi kereta lebih takut mana saat pejuang menghadapi penjajah. Kita persiapan hanya satu malam, beberapa warga yang bersekolah ikut membantu persiapan upacara bendera," ujar Mochamad Suli.

Warga setempat Ida Nurlaili yang ikut dalam upacara bendera mengatakan suasana berbeda dirasakan saat melakukan upacara dengan suasana rel kereta api. Menurutnya suasananya lebih santai, guyub dan unik. Pengalaman paling seru adalah saat harus menepi saat kereta api lewat.

"Upacaranya unik. Kalau ada kereta semua otomatis harus mengamankan diri, jadi semuanya minggir pasukan dantonnya memberi instruksi menepi semua. Sangat seru kalau bisa tahun depan diulangi lagi," kata Ida. [] viva.co.id

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.