Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, WASHINGTON -- Laboratorium Penelitian Angkatan Darat AS baru ini telah menciptakan bubuk berbasis aluminium yang menghasilkan jumlah energi sangat tinggi bila ditempatkan di air.

Uniknya, penemuan tersebut terjadi secara tak sengaja. Penemuan itu terjadi saat para peneliti mencampur bubuk berbasis aluminium nanogalvanik dengan air, kemudian air mulai bergejolak.

Saat diamati lebih dekat, mereka segera menyadari reaksi yang ditimbukan bersifat hidrolisis, yang berarti material tersebut membelah air menjadi molekul komposit oksigen dan hidrogen.

Aluminium memang dikenal menghasilkan hidrogen dengan cara ini. Namun, biasanya membutuhkan katalis berupa panas, asam, listrik atau bahan kimia lainnya.

Penggunaan nanomaterial baru ini ternyata menjadi mekanisme efisien untuk proses hidrolisis air yang cepat, dan spontan.

"Proses berlangsung cepat, kita telah menghitung bahwa satu kilogram bubuk bubuk aluminium bisa menghasilkan 220 kilowatt tenaga hanya dalam waktu tiga menit. Itu cukup untuk menjalankan peralatan listrik," ujar Anit Giri, saah satu peneliti yang terlibat dikutip dari News Scientist.

Para periset mengatakan, bubuk itu pada akhirnya bisa digunakan untuk memberi tenaga pada drone dan robot. Proses isi ulang baterai dapar dilakukan dengan melarutkan sebagian struktur peralatan ke bubuk tersebut.

"Penemuan yang kami temukan hampir 100 persen efektif, dan dapat dihasilkan dalam waktu kurang dari tiga menit," tandasnya. [] inilah.com, foto : ilustrasi

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.