Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, JAKARTA -- Perbincangan tentang korupsi kerap diwarnai kejadian tangkap tangan, komentar para ahli hukum dan pengamat politik, hingga suasana arena persidangan. Semua tersaji dalam media berita, baik cetak maupun elektronik. Apa jadinya jika bahasan ini disajikan dalam medium bernama komik?

Komik bukanlah media baru bagi penyampaian pendapat di Indonesia. Sejak masa Orde Baru, komik kerap dijadikan medium penyampaian pendapat bagi sejumlah aktivis di berbagai pelosok negeri. Belakangan ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut menggunakan komik sebagai ajang kampanye anti korupsi, sebagaimana agenda "Aksi Komik untuk KPK" yang diselenggarakan pada Minggu (20/08) lalu.

Agenda yang diselenggarakan di Jakarta Creative Hub Jakarta Pusat ini, merupakan bagian dari kampanye "Aku KPK" yang digagas oleh KPK. Pelemahan atas fungsi KPK yang dilakukan sebagian pihak, terus mendorong KPK untuk lebih gencar mempromosikan pentingnya melawan korupsi, termasuk bagi kalangan muda.

Salah satu medium paling menarik untuk memahami suatu hal rumit adalah komik. Komik mampu menerjemahkan isu kompleks menjadi lebih sederhana, sehingga dapat dipahami oleh lebih banyak orang dengan berbagai latar belakang dan usia. Hal ini juga dijelaskan oleh Agus Putro Harnowo, salah seorang warga yang menghadiri agenda tersebut.

"Cara ini bisa efektif (dalam memberi pendidikan tentang melawan korupsi --Red) karena beberapa komik dan ilustrasi yang dipamerkan pernah dimuat di surat kabar nasional, jadi bisa menjangkau publik secara luas," tutur komikus tersebut.

Selain pameran komik, agenda ini juga diisi dengan pembuatan mural yang dilakukan langsung oleh dua seniman, peluncuran kumpulan komik KPK dan diskusi, serta donasi buku untuk disebarkan ke berbagai perpustakaan di Indonesia. Pengunjung juga berkesempatan untuk digambar wajah secara langsung oleh para seniman, secara gratis. [] goodnewsfromindonesia.id, foto : ilustrasi

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.