Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, PULAU TIGA -- Seseorang nenek yang berusia satu abad lebih dan berasal dari Kampung Wonosari Kecamatan Tamiang Hulu masih terlihat sehat saat ditemui wartawan TamiangNews.com Minggu (29/07).

Satu di antara nenek tertua di dunia ternyata ada di Indonesia, tepatnya di Kampung Wonosari Kecamatan Tamiang Hulu Kabupaten Aceh Tamiang.

Salah seorang sumber Sunarno yang bercerita via WhatsApp (WA) dan telepon kepada TamiangNews.com mengatakan, “pada usia 116 tahun, nenek Saben tetap bugar dan masih sanggup beraktivitas untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.Tak hanya itu, pendengaran dan penglihatan nenek Saben juga masih tajam tak tergerus usia tua. Ia juga masih bisa berbicara dengan lugas ketika menceritakan bagaimana kisah hidupnya kepada saya meskipun tampak giginya telah ompong semua, berpikir cerdas, bersikap ikhlas, dan tekun bekerja, itulah yang menjadikan nenek Saben berumur panjang hingga sampai saat ini”, ujar Sunarno.

Berdasarkan cerita Sunarno tim TamiangNews melakukan perjalanan menuju ke kediaman nenek tersebut Minggu (29/07) untuk bertemua sang nenek secara langsung.

Untuk bisa bertemu dengan nenek tersebut tim TamiangNews.com menempuh perjalanan kurang lebih 60 menit untuk bertemu dengan Sunarno sumber yang bercerita dan mengetahui rumah nenek Saben tersebut.

Setibanya di rumah Sunarno tepatnya pukul 11.45 wib tim TamiangNews berbincang sebentar sebelum menuju ke rumah nenek tersebut. Setelah 15 menit mengobrol bersama Sunarno tim segera bergegas menuju ke rumah nenek Saben yang berjarak kurang lebih 7 km dari rumah Sunarno.

Sesampainya di rumah nenek tersebut tepatnya di dusun Rejo Dadi Kampung Wonosari tim bertemu langsung dengan nenek tersebut saat nenek Saben sedang makan siang. Sungguh karunia Allah SWT yang memberikan umur panjang kepada nenek Saben seorang nenek yang yang lahir di Jawa tengah pada tanggal 02 Juli 1901 dan sekarang berdomisili di Kampung Wonosari Kecamatan Tamiang Hulu.

Saat ditemui wartawan TamiangNews.com ternyata benar adanya seperti yang diceritakan Sunarno bahwa nenek Saben yang fasih berbahasa Jawa dan kurang lancar berbahasa indonesia ini terlihat sehat dan segar bahkan yang lebih hebatnya lagi nenek ini masih bisa mendengar, melihat, berjalan layaknya orang berusia belasan tahun.

Saat kami masuk ke kediaman nenek Saben beliau terlihat sangat senang dengan kedatangan kami dan kami pun mulai berbincang ditemani Sunarno dan cucu serta cicit dari nenek Saben.

Berikut beberapa hasil tanya jawab tim TamiangNews dengan Nenek Saben :

Saat ditanyai sejak kapan nenek datang ke Aceh?
“Lupa saya tahun berapa tapi saya datang ke Aceh dulu pertama tinggal di Karang Anyer Langsa”.

Apa rahasia Nenek bisa berusia panjang?
“ini karunia Allah SWT dan zaman saya dulu semua jenis makanan tidak bercampur racun seperti zaman sekarang”.

Berapa jumlah anak nenek?
“Suami saya 2 dan anak dari suami pertama 7 orang dan dari suami ke 2 anak saya 1 orang”.

Berapa jumlah cucu nenek?
“Saya lupa berapa“, ujar nenek tersebut sambil tersenyum dan tertawa.

Mendapati nenek tersebut yang termakan usia sehingga lupa dengan silsilah keluarganya maka tim berbincang dengan salah seorang cucunya Susi. Dan Susi menceritakan silsilah keluarga neneknya tersebut.

“Anak nenek saya 8 orang, 5 laki dan 3 perempuan, cucunya sebanyak 47 orang dan cicitnya 28 orang”, ujar Susi.

Susi menambahkan, nenek saya ini punya fisik yang sehat terlihat setiap pagi nenek saya habis subuh selalu berjalan kaki hampir 2 km tanpa menggunakan tongkat. Dan nenek saya ini ibadahnya sangat tekun sekali, pada bulan Ramadhan yang lalu tak sekali pun beliau tinggal puasa.

Pengamatan TamiangNews.com nenek tersebut menunjukan keahliannya kepada kami yaitu memasukan benang ke dalam jarum dan lebih hebatnya lagi nenek tersebut memperlihatkan kebolehannya menari layaknya orang berusia belasan tahun.

Dan disaat tim TamiangNews hendak pamitan pulang, nenek Saben berpesan kepada kami, “usia harus dimanfaatkan untuk berbuat baik kalau usia tidak dimanfaatkan untuk berbuat baik maka kalian pasti cepat mati”, ujar nenek tersebut sambil tertawa. [] TN-W007/TN-W012

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.