Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, KARANG BARU -- Penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD)Kabupaten Aceh Tamiang tahun 2016 dari berbagai sektor tidak maksimal. Tidak maksimalnya penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun anggaran 2016 mendapat sorotan dari DPRK Aceh Tamiang yang kecewa dengan kinerja Eksekutif yang tidak maksimal dalam mencapai PAD tahun lalu.

"Target PAD Aceh Tamiang pada tahun 2016 sebesar Rp. 138.016.249.645 tidak tercapai. Realisasi PAD hanya sebesar 82,64% atau Rp. 114.051.092.363,75 sehingga terdapat Rp. 23.965.157.281,25 yang tidak teralisasi", ujar Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang Juanda, S.IP dalam Siaran Press yang diterima TamiangNews, Senin (24/07).

Menurut Juanda tidak maksimalnya PAD tahun 2016 ini disebabkan karena penerimaan dari sektor pajak daerah dan retribusi daerah tidak berhasil direalisasikan seratus persen. Realisasi pajak daerah hanya Rp 8.643.457.946 atau sebesar 64% dari target pajak daerah sebesar Rp. 13.505.330.475, sehingga minus Rp. 4.861.872.528,70.

Demikian juga dengan pendapatan dari hasil retribusi daerah, yang terealisasi hanya 91,81% atau Rp. 30.476.101.799,25 dari target sebesar Rp. 33.193.881.158 sehingga ada yang lari target sebesar Rp. 2.717.778.658,75.

Juanda menambahkan realisasi pendapatan dari hasil retribusi daerah tahun anggaran 2016 ini mengalami penurunan yang cukup signifikan, dibandingkan dengan realisasi pendapatan dari hasil retribusi daerah pada tahun 2015 yang mencapai Rp. 62.759.479.789,00.

Artinya pada tahun 2016 ini terjadi penurunan pendapatan hasil retribusi daerah sebesar Rp.32.283.377.289,75 dibandingkan tahun 2015. Penurunan sejumlah tiga puluh dua milyar ini adalah sangat besar dan patut dipertanyakan”, ujar Ketua PAN Aceh Tamiang tersebut.

“DPRK Aceh Tamiang meminta kepada Bupati untuk lebih serius bekerja dan melakukan evaluasi terhadap kinerja SKPK yang mengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Menurunnya pajak daerah dan retribusi daerah pada tahun 2016, membuktikan ada yang salah di dalam manajemen dan kinerja SKPK yang bersangkutan. Apalagi setiap tahun DPRK sudah menganggarkan belanja pegawai di masing-masing SKPK untuk mendukung kinerja mereka. Tercapainya PAD merupakan salah satu indikator keberhasilan Bupati dalam pelaksanaan pembangunan Kabupaten Aceh Tamiang”, pungkas Juanda mengakhiri. [] M. Hendra Vramenia (TN-W004)

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.