Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, SUNGAI IYU -- Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Kampung Balai Kecamatan Bendahara diduga tidak transparan dalam pengelolaan ADD. Dalam konteks dana desa yang menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan pengelolaannya adalah masyarakat mampu memahami serta mendapatkan informasi baik itu mulai dari tahapan pengajuan sampai kepada pengelolaan, tidak terkecuali papan plank kegiatan yang menjadi salah satu informasi yang berhak diterima masyarakat.

Salah seorang sumber yang tidak mau disebutkan namanya kepada TamiangNews.com mengatakan diduga banyak terjadi kecurangan dalam pengelolaan dana desa di Kampung Balai.

“Diduga banyak kerancuan yang terjadi di Kampung Balai terkait pengelolaan ADD nya, diantaranya Laporan pertanggung jawaban (LPJ) yang tidak pernah diberitahukan kepada masyarakat, kemudian Program Budidaya Belut tahun 2016 yang tidak terealisasikan sampai hari ini dan hanya drum dan pupuk kandang saja yang diberikan akan tetapi bibit belutnya tidak diberikan sehingga drum tersebut menjadi sarang penyakit serta tidak adanya jumlah anggaran pada plank kegiatan tahun anggaran 2017 yang sedang dilaksanakan”, ujar sumber tersebut.

Disambungnya lagi saya merasa susahnya mencari keadilan terkait informasi pengelolaan dana desa ini seakan-akan pemerintahan kampung menutupi dan tidak boleh diketahui masyarakat tentang jumlah anggaran serta kegiatan yang akan dilaksanakan. Ini sungguh ironis buat kami para masyarakat dimana seharusnya masyarakatlah yang punya dana ini dan Tim Pelaksana Kegiatan(TPK) hanya diamanahkan untuk menjalankan bukan seolah-olah ADD itu punya TPK dan pemerintah kampung balai”, tegas sumber.

Dari hasil informasi dan data yang di terima Tim Red TamiangNews.com kami melakukan investigasi dan pendalaman Jumat (28/07) dan ternyata benar adanya sesuai dokumentasi yang kami ambil memang sungguh keterlaluan dan ini terlihat dari drum ikan lele yang seharusnya sudah difungsikan pada tahun 2016 tapi sampai saat ini kami turun investigasi cuma 15% yang terealisasi sedangkan sisanya hanya menjadi sampah yang menimbulkan penyakit, begitu juga dengan plank kegiatan yang memang benar adanya tidak tertera jumlah anggaran sedangkan kegiatan sudah dilaksanakan.

Dari hasil investigasi ini TamiangNews.com mencoba mengkonfirmasi Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Syahrial yang dihubungi via telpon mengatakan, “saya tidak tau-menahu soal itu, karena semua urusannya sama datok, dan hubungi saja datok biar enak ngomongnya”, jawab Syahrial.

Sungguh sangat disayangkan seorang Tim pelaksana kegiatan (TPK) yang seharusnya menjadi pemegang tanggung jawab kegiatan malah gagal paham tentang tugas pokok dan fungsi sebagai seorang Tim Pelaksana Kegiatan. [] TN-W012

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.