Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, MEDAN -- Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BPPHLHK) Wilayah Sumatera, Seksi Wilayah I Sumatera melalui Tim Brigade Macan Tutul, Rabu malam (12/07) telah mengamankan pelaku dan 2 truck colt diesel yang mengangkut kayu yang diduga tidak dilengkapi Surat Keterangan Sahnya hasil Hutan (SKSHH).

Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) BPPHLHK Wilayah Sumatera Kamaruzzaman SH yang didampingi Hermanto Siallagan kepada TamiangNews.com Jumat (14/07) mengatakan, pengamanan terhadap 2 truck colt diesel dilakukan pukul 22.45 Wib dan 23.30 Wib di Kampung Kebun Tiga, Kecamatan Kejuruan Muda Kabupaten Aceh Tamiang.

“Adapun jumlah kayu yang diamankan sebanyak ± 167 batang dengan panjang ± 220 cm dan diameter ± 30 cm. Kayu-kayu tersebut rencananya akan dibawa dan dijual ke Tanjung Morawa dan Binjai Sumatera Utara”, ujar Kamaruzzaman.

Menurutnya, di samping kayu-kayu tersebut, Tim Brigade Macan Tutul BPPHLHK Wilayah Sumatera juga ikut mengamankan pemilik kayu berinisial DS (29) dan UF (27), supir berinisial WJ (27) dan M (31), serta kernet truck berinisial RKS (22) dan C (19) tahun yang kesemuanya merupakan warga Kabupaten Aceh Tamiang.

Saat ini pemilik kayu, supir dan kernet telah diamankan di Markas Komando Satuan Polisi Kehutanan Reaksi Cepat (MAKO SPORC) Macan Tutul untuk dimintai keterangan terkait asal-usul kayu serta surat-surat pendukung lainnya.

Sementara itu, Seksi Wilayah I BPPHLHK Wilayah Sumatera, Haluanto Ginting, S.Hut mengatakan, pasal yang dipersangkakan adalah pasal 12 huruf E jo pasal 83 ayat (1) huruf B, mengangkut, menguasai atau memiliki hasil hutan yang tidak dilengkapi secara bersama Surat keterangan Sahnya Hasil Hutan.

“Adapun ancaman pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun serta denda paling sedikit Rp. 500.000.000 dan paling banyak Rp. 2.500.000.000”, papar Haluanto Ginting.

Haluanto menambahkan, bahwa kegiatan operasi di Aceh Tamiang ini merupakan instruksi Kepala Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup Wilayah Sumatera untuk mengawasi dan menindak secara tegas pelaku pemanfaatan kayu yang tidak sah yang diduga kuat penebangannya secara illegal. [] TN-W001

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.