Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, KARANG BARU -- Pihak manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Tamiang diduga dengan sengaja mengangkangi Surat Keputusan Bupati Aceh Tamiang Nomor 1181 tahun 2015 tentang Penetapan Penerapan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) pada RSUD Aceh Tamiang .

Dalam surat keputusan yang ditandatangani oleh Bupati Aceh Tamiang H. Hamdan Sati pada tanggal 31 Desember 2015 menjelaskan bahwa RSUD Aceh Tamiang yang berstatus BLUD bertahap tidak diberikan fleksibilitas dalam hal pengelolaan investasi, dan pengelolaan utang serta pengadaan barang/jasa. Tetapi berdasarkan data yang dihimpun oleh TamiangNews di tahun 2016, berdasarkan laporan hasil pemeriksaan (LHP) BPK RI menjelaskan bahwa RSUD Aceh Tamiang memiliki utang obat sebesar Rp 643 Juta.

Direktur RSUD Aceh Tamiang Ibnu Azis, SKM yang dikonfirmasi TamiangNews, Selasa(12/07) diruang kerjanya mengenai hal tersebut membantah pihaknya dengan sengaja mengangkangi Surat Keputusan Bupati Aceh Tamiang terkait utang obat yang dilakukan pihak RSUD di tahun 2016.

"Utang obat RSUD Aceh Tamiang di tahun 2016 disebabkan karena pasien yang berobat ke RSUD Tamiang di tahun 2016 melonjak drastis sebanyak 1.000 orang setiap bulan, sejak rumah sakit ini memiliki 32 spesialis", ujarnya.

Menurutnya terjadinya utang obat disebabkan pihaknya melakukan pemesanan obat di penghujung tahun 2016, akibat membludaknya pasien rumah sakit. ”Pasien yang berobat ke RSU Tamiang melonjak drastis sebanyak 1.000 orang setiap bulan, sejak rumah sakit ini memiliki 32 spesialis", ujarnya. [] M. Hendra Vramenia (TN-W004)

Comments
1 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.