Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, JAKARTA -- Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Mantan Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Amerika Serikat, H Abdul Rahman (AR) Ramly, meninggal dunia di RS Mendistra, Jakarta, Sabtu (29/7) pukul 05.30 WIB. Almarhum meninggal dalam usia 90 tahun.

Semasa hidupnya, AR Ramly juga pernah menjabat Direktur Utama (Dirut) Pertamina, Dirut Astra, dan salah seorang pejuang kemerdekaan. Jenazah almarhum dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Nasional Kalibata Jakarta, seusai shalat Zuhur, kemarin.

Senator asal Aceh, Ghazali Abbas Adan menyatakan, almarhum AR Ramly adalah figur yang tetap menjaga akar budaya Aceh dalam kehidupannya. “Kendati AR Ramly tokoh nasional, tapi tetap memelihara nilai-nilai ke-Aceh-an. Beliau adalah teladan bagi kita, dalam merawat identitas,” kata Ghazali Abbas.

Dalam organisasi masyarakat Aceh, Taman Iskandar Muda Jakarta, menurutnya, AR Ramly selalu aktif dalam setiap kegiatan kemasyarakatan Aceh. “Almarhum dalam organisasi Taman Iskandar Muda bukan hanya nama, melainkan aktif secara fisik, pemikiran, dan finansial. Termasuk dalam tarawehan masyarakat Aceh. Beliau datang shalat bersama, meski harus duduk di kursi,” ujar Ghazali.

Berpulangnya AR Ramly menyisakan luka yang mendalam bagi masyarakat dan elite Aceh. Di antaranya Irwandi Yusuf dan Adnan Ganto. Selain berduka, Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf bahkan merasa rugi belum sempat belajar langsung kepada tokoh nasional asal Aceh ini.

Menjawab Serambi di Banda Aceh, Sabtu (29/7) siang, Irwandi menuturkan, ia dan AR Ramly adalah dua generasi yang berbeda. Sewaktu AR Ramly menjadi Dirut Pertamina 1984-1988, Irwandi masih kuliah di Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Unsyiah.

“Waktu itu saya belum mengenal beliau. Saya hanya mendengar nama besar AR Ramly dan saya sangat bangga ada orang Aceh yang nenjadi Top CEO di sebuah BUMN raksasa. Waktu itu jarang-jarang awak Aceh yang menjadi bos di lingkaran pusat kekuasaan. Sebagai kalangan muda, saya numpang bangga pada Bapak AR Ramly,” ujar Irwandi.

Dikatakan, pertemuan pertama dengan AR Ramly terjadi setelah dirinya menjadi Gubernur Aceh periode 2007-2012. “Kesan saya, beliau itu adalah tokoh senior Aceh yang wise, orang tua yang cool, dan berwibawa. Namun, saya belum sempat berdiskusi dengan beliau. Sekarang saya merasa rugi karena saat belum sempat belajar padanya, beliau telah dipanggil oleh Yang Mahakuasa. Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun,” kata Irwandi.

Tokoh Aceh lainnya, Adnan Ganto mengaku kenal baik dengan AR Ramly. “Sewaktu beliau jadi Dirut PT Timah tahun 1984, saya menjadi Kepala Bank Belanda di Hong Kong dan pernah memberikan fasilitas kredit untuk PT Timah,” kata Adnan Ganto.

Penasihat Menteri Pertahanan RI Bidang Ekonomi ini menyebutkan, AR Ramly sebagai pribadi yang santun, tidak pernah mencela orang lain, juga seorang pimpinan perusahaan yang profesional.

“Dia juga seorang jenderal dan diplomat ulung yang cukup peduli pada masyarakat dan lingkungan. Sejak beliau Dubes RI di Washington DC, saya banyak berhubungan dengan Pak AR Ramly. Dua minggu sebelum beliau meninggal, pada 15 Juli saya masih sempat bicara dengan beliau,” kata Adnan.

Karena termasuk salah seorang pejuang kemerdekaan, jenazah AR Ramly dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Nasional Kalibata Jakarta. [] serambinews.com, foto : tempo.co

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.