Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, KARANG BARU -- Pelaksanaan kontes lomba burung berkicau ”Jamboe Jamee Cup” yang digelar hari ini, Minggu (23/07) di halaman Cafe Jamboe Jamee yang terletak di Jalan Medan-Banda Aceh Kampung Johar Kecamatan Karang Baru berlangsung semarak dan meriah.

Pantauan TamiangNews kontes burung berkicau Jamboe Jamee Cup berlangsung sejak pagi hingga sore hari, diikuti sekitar 150 peserta dari berbagai kota yakni Tangkahan, Binjai, Tanjung Pura, Lhokseumawe, Langsa dan Aceh Tamiang.

Sebanyak 5 kelas dilombakan dalam ajang itu yakni untuk kelas A memperlombakan 2 jenis burung yaitu Murai Batu Ekor Putih dan Kacer. Untuk kelas B memperlombakan 6 jenis burung yaitu Murai Batu Ekor Hitam, Love Bird, Cucak Hijau Polos, Kenari, Kampas Tembak dan Cucak Hijau KK.

Untuk kelas C jenis burung yang diperlombakan sebanyak 3 jenis yaitu Murai Batu Campuran, Kacer dan Love Bird. Untuk kelas D memperlombakan 5 jenis burung yaitu Kenari, Murai Batu Ekor Putih, Kampas Tembak, Murai Batu Campuran dan Gelatik Batu. Sedangkan kelas E hanya 7 jenis burung yang diperlombakan, yakni Cak Ranting, Srindit, Kenari, Gelatik, Colibri, Kacer dan Love Bird.

Ketua Panitia Jamboe Jamee Cup David kepada TamiangNews, Minggu (23/07) mengatakan, selain untuk menguji kemampuan mental dan kicauan burung, kontes ini bertujuan sebagai ajang silaturahmi dan menambah wawasan bagi sesama penghoby burung berkicau.

"Kegiatan ini bertujuan untuk menghidupkan kembali perburungan yang ada di provinsi Aceh khususnya di Kabupaten Aceh Tamiang dan sekitarnya, sekaligus dapat menjalin komunikasi dan silaturahmi dengan para pencinta burung berkicau, semoga kedepannya bisa eksis lagi", ungkap David.

David menambahkan, kriteria penilaian sesuai dengan kelas atau jenis burung. Tetapi rata-rata yang dinilai durasi kicauan, lagu dan tipe kicauan yang bervariasi dan ketenangan. Misalnya, burung suka berkicau, tetapi usil memiliki nilai rendah, ujarnya.

Berlangsung Ramai

Pantauan TamiangNews di lokasi kontes, lomba berlangsung ramai. Saking ramainya, suara kicauan burung yang dilombakan sampai tak terdengar jelas oleh penonton. Bagaimana tidak, sebagian besar pemilik burung peserta lomba berteriak maupun bersiul untuk mengambil perhatian para juri agar melihat burung miliknya. Dalam setiap gantang, burung- burung peserta lomba hanya diberi waktu 5 sampai 10 menit.

Takut kehilangan momentum, terutama saat burung kesayangannya sedang ngoceh namun luput dari perhatian juri, biasanya sang empunya akan berteriak keras-keras. Bahkan saat juri tak juga melihat burung, tak jarang pemilik tampak emosional. [] M. Hendra Vramenia (TN-W004)

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.