Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, BABO -- Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Al Kautsar yang terletak di Kampung Jambo Rambong Kecamatan Bandar Pusaka membutuhkan perhatian khusus. Dunia Pendidikan merupakan salah satu tolak ukur maju tidaknya sebuah daerah sehingga pendidikan merupakan program yang harus menjadi prioritas di tiap daerah sehingga butuhnya perhatian khusus dari pihak eksekutif dan legislatif kita.

Ini terlihat dari kondisi Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Al-Kautsar yang membutuhkan kan perhatian khusus oleh pemerintah baik itu eksekutif maupun legislatif yang ada di Kabupaten Aceh Tamiang.

Melihat keadaan ini Tim TamiangNews.com Senin (17/07) melakukan sebuah perjalanan dengan memakan waktu 1.45 menit untuk sampai di lokasi sekolah tersebut. Tim bertemu dengan pendiri pertama sekolah tersebut dan sekaligus bendahara sekolah tersebut ibu Halimatus Sa'diah,S.Pd.I dan kebetulan Kepala sekolahnya ibu Kamisem.S.Pd.I sedang izin tidak masuk sehingga kami mewawancarai dan meminta data sekolah tersebut kepada ibu Halimatus Sa'diah.

Dalam wawancara ibu Halimatus sa’diah mengatakan, “kami terpanggil untuk terus mengajar serta mendidik anak-anak dengan keadaan seadanya agar anak-anak nantinya bisa lebih memaknai bahwa pendidikan itu sangat penting dan wajib bagi mereka, kami disini memang merasa sedikit kurang nyaman dengan keadaan bangunan sekolah kami, kami juga sudah berusaha memohon bantuan keberbagai pihak terkait agar kami diberikan bangunan yang layak dan kami juga sudah punya surat tanah yang dihibahkan kepada kami untuk membuat bangunan sekolah akan tetapi sampai bulan juli tahun 2017 ini belum ada tanda-tanda akan adanya bantuan bangunan tersebut", ujarnya.

Pihaknya juga sangat membutuhkan bantuan supaya sekolah tersebut bisa tetap berjalan dalam mencerdaskan anak bangsa. "Saya dan seluruh guru beserta murid memohon bantuan kepada pemerintah daerah agar kami bisa mendapatkan bangunan yang layak agar proses belajar mengajar kami bisa sesuai standard dunia pendidikan pada umumnya. Selama ini kami tidak memungut satu rupiah pun uang dari murid sekolah walaupun kami sangat membutuhkan bahkan kami guru-guru harus patungan agar ada satu ruangan yang sedikit layak apabila ada tamu yang berkunjung ke sekolah kami, dan untuk perkara gaji guru-guru disini di dapat dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS)", terang Ibu Halimatus Sa'diah.

Dari penjelasannnya, Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Al Kautsar didirikan pada tahun 2011 dengan menggunakan dana pribadi ibu Halimatus sa’diah sebesar Rp 20.000.000,-. Pada tahun 2017 ini jumlah muridnya sudah mencapai 97 siswa dan siswi yang terbagi menjadi 6 kelas yaitu kelas 1-6 dan jumlah guru sebanyak 10 orang dengan rincian : Kepala Sekolah Kamisem.S.Pd.I (PNS), Guru Mata Pelajaran : Siti Juriah.S.Pd.I (Bakti), Ja'far Al Amin,S.Pd.I (Bakti), Salamiah Ansary (Bakti), Guru Kelas : Halimatus sa’diah, S.Pd.I (Bakti), Evi Nurita, SPd (Bakti), Supriani.S.Pd.I (Bakti), Siti Rahmi, S.Pd.I (Bakti), Tata USaha : Rusdi Anhar(Bakti) dan Halimatun Sakdiah (Bakti).

Ini menjadi masukan dan pukulan bagi pihak eksekutif dan legislatif di Kabupaten Muda Sedia ini untuk lebih dalam melihat kondisi dunia pendidikan kita yang masih dikategorikan tertinggal bagaimana tidak dinding sekolah tersebut terbuat dari sebagian tepas dan sebagian papan serta lantainya masih tanah dan atapnya dari seng bekas yang bocor sana-sini sehingga apabila terjadi hujan maka sekolah tersebut terpaksa dihentikan karena air hujan tersebut menembus ruangan sekolah.

Pengamatan TamiangNews.com sekolah ini juga punya angkutan antar jemput para murid yang disediakan pihak sekolah mengingat jarak tempuh para murid yang sebagian berasal dari beberapa kampung yang aksesnya lumayan jauh dari sekolah tersebut. [] TN-W012

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.