Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, SUNGAI LIPUT -- Akibat mogoknya ratusan pekerja PMKS PT Sisirau dalam beberapa hari ini mengakibatkan pihak manajemen harus menampung tenaga kerja baru dengan harapan agar PMKS tersebut dapat beroperasi normal kembali.

Namun tak selamanya yang namanya kebijakan dapat mewujudkan harapan dan tujuan dengan mulus tanpa kendala. Masalah baru pun muncul pasca pihak PMKS PT Sisirau menerima sebanyak 12 orang eks pekerja PKS PT Parasawita dan eks pekerja PKS lainnya untuk bekerja mulai tengah hari sore Rabu (19/07).

Masyarakat sekitar lokasi pabrik yang mendapat informasi adanya penerimaan tenaga kerja baru, Rabu sore (19/07) beramai-ramai mendatangi PMKS PT Sisirau yang terletak di Kampung Sidodadi Kecamatan Kejuruan Muda tersebut untuk menuntut pihak perusahaan melibatkan masyarakat sekitar PMKS sebagai tenaga kerja.

Manager PMKS PT Sisirau, Hafiz yang dikonfirmasi Rabu (19/07) malam, menjelaskan bahwa tenaga kerja yang baru direkrut bukan untuk bekerja secara permanen, dan pihak perusahaan yang dipimpinnya itu berjanji kepada Datok dan perangkat kampung akan mempekerjakan 12 orang dari luar warga Sidodadi selama 15 hari, dan sebanyak 5 orang warga setempat juga akan dilibatkan sebagai pembantu bagi tenaga skill yang sudah berpengalaman di bidang pengolahan kelapa sawit.

"Tenaga kerja baru itu bukan kita rekrut bekerja di sini secara permanen, mereka hanya untuk memback up proses pengolahan buah sawit karena menumpuknya buah sehingga dikhawatirkan buah akan membusuk, dan semua tenaga kekerja baru tersebut akan segera keluar dari PMKS PT Sisirau setelah masa kerja selama 15 hari berakhir", ujar Hafiz.

Sementara itu, Ponirun yang merupakan Datok Penghulu Kampung Sidodadi mengatakan, aksi warga dipicu oleh perusahaan yang memasukkan tenaga kerja baru tanpa ada melibatkan tenaga kerja dari warga setempat.

"Masuknya tenaga kerja baru ini sebenarnya karena dianggap emergensi oleh perusahaan, takut buah sawit yang menumpuk jadi membusuk akibat mogoknya pekerja pabrik, sayangnya perusahaan tidak menyadari dampak lain yang bakal muncul dari warga setempat pasca masuknya tenaga baru tersebut", ujar Ponirun. [] TN-W001, Foto : medanbisnis

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.