Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, TENGGULUN -- Pemutusan hubungan kerja (PHK) atas diri Maimunah, seorang buruh di kebun kelapa sawit PT Nilam Wangi ternyata berubah menjadi pengunduran diri.

Hal itu dilakukan pihak perusahaan sebagai muslihat liciknya untuk menghindari pembayaran dana PHK sesuai yang diatur dalam undang undang ketenaga kerjaan.

Kepada TamiangNews, Maimunah menyebutkan, persoalan PHK atas dirinya telah dikuasakan kepada seseorang yang bernama Heri. Namun pada suatu hari, Maimunah dipanggil HRD Syaiful Heri dikantornya untuk menandatangani surat pengunduran diri.

Awalnya Maimunah yang telah bekerja di PT Nilam Wangi selama 14 tahun itu menolak melakukan penandatanganan surat pengunduran diri, disebabkan dirinya bukan mengundurkan diri melainkan dipecat oleh perusahaan.

Namun akhirnya Maimunah berkenan melakukan penandatanganan setelah ditipu HRD Syaiful dengan berpura pura menelpon Heri dengan ungkapan seolah Heri telah menyetujui penandatanganan isi surat pernyataan pengunduran diri dengan transaksi pembayaran uang pesangon senilai Rp.12,5 juta, ujar Maimunah.

"Saya tidak terima karena telah dijebak dan ditipu oleh HRD perusahaan, yaitu pak Syaiful Heri. Padahal pirasat saya ditipu telah saya ungkapkan kepadanya, namun kata Syaiful katanya dia tidak menipu, dan saya diminta untuk tidak merasa ragu," ungkap Maimunah, Senin (24/7/2017) malam seraya menambahkan kalau sebelum melakukan tanda tangan tersebut dirinya tidak membaca isi surat itu karena tidak membawa kacamata.

Sementara itu, HRD PT Nilam Wangi, Syaiful Heri mengakui pihaknya membayar pesangon terhadap Maimunah bukan berdasarkan ketentuan sebagaimana layaknya pesangon PHK, namun disesuaikan dengan pesangon pengunduran diri.

"Penyelesaian tersebut berdasarkan kesepakatan antara perusahaan dengan bu Maimunah, dengan kompensasi senilai Rp.12,5 juta.

Karena yang berkentingan dalam hal itu kan karyawannya, yaitu bu Maimunah, bukan dengan pak Heri," ungkap Syaiful saat dikonfirmasi, Jumat (22/7/2017). [] TN-Wo13

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.