Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, BLANGPIDIE -- Pendopo (rumah dinas kepala daera) kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) yang dibangun di atas tanah seluas 4 hektar dengan luas bangunannya mencapai 4.425 M2 diresmikan oleh bupati Jupri Hasannuddin.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Abdya, Rahwadi di Blangpidie, Kamis, mengatakan, pembangunan gedung pendopo tersebut kontraknya kerjanya tahun jamak, yakni 550 hari kerja sejak tanggal 18 Juni 2015 sampai dengan 18 Desember 2016 dengan jumlah anggaran Rp. 24 milyar lebih sumber APBK.

Ia mengatakan, gedung pendopo baru yang kegiatan pekerjaan dilaksanakan oleh PT Brahmakerta Adiwira dan konsultan Pengawasnya PT Mataram Design Konsultan itu dibahagian depan bangunan terdapat ruang tamu dan ruang kerja kepala daerah (Publik Service Area).

Kemudian, di bahagian kiri ruang keluarga atau tempat tinggal bupati dan keluarga (Private area). Bahagian kanan merupakan ruang inap tamu (Guest Room Area) Bagian belakan ruang makan tamu dan acara (Service Private Area) dan dibahagian tengah tempat duduk bupati dengan masyarakat yang bertamu.

Ia mengatakan, desain awal pembangunan rumah dinas kepala daerah tersebut terdiri dari 20 item. Pada gedung utama nantinya akan didukung sarana dan prasarana lengkap seperti pagar, musholla. Ruang inap tamu, parkir. Taman, sarana olahraga, pos pengamanan, jalan, air bersih dan instalasi limbah.

''Pembangunan gedung pendopo ini kita lakukan secara keseluruhan dan secara bertahap karena mengingat keterbatasan anggaran daerah saat ini,'' tururnya

Ia mengaku tidak ada hambatan dan kesulitan dalam pelaksanaan gedung megah tersebut. Semua itu berkat usaha dan doa serta dukungan dari semua pihak, sehingga diharapkan pendopo ini dapat menjadi ikon kabupaten Abdya.

Sementara bupati Abdya Jupri Hassannuddin di sela-sela peresmian mengatakan, anggaran pembangunan pendopo tersebut awalnya muncul pada tahun 2012 sumber dana hibah provinsi untuk kabupaten.

Namun, lanjutnya, waktu itu tidak dapat dilaksanakan pembangunan karena terkendala dengan lahan yang harga tanahnya luar biasa mahal, sehingga waktu itu pemerintah berencana untuk mendirikan dilapangan persada Blangpidie.

''Rencana kita dulu, pendopo ini kita bangun dilapangan Persada. Lapangan bola kaki itu kita pindahkan ke kawasan lain. Tapi timbul penolakan, sehingga tim memilih lokasi sekarang karena bangunan rumah dinas ini harus berada diibukota kabupaten,'' katanya. [] Antara

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.