Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, MEULABOH -- Kabut asap yang semula mengepung wilayah Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh sebagai dampak dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menghilang menyusul guyuran hujan.

Namun, heli pengebom air milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Sabtu masih memadamkan titik api yang masih ditemukan di Kecamatan Johan Pahlawan.

"Alhamdulillah, kabut asap setelah turun hujan, asapnya sudah hilang, walaupun masih ada titik api di lahan gambut, tetapi tidak ada dampak kabut asap," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat Teuku Syahluna Polem.

Guyuran hujan pada Jumat (28/7) pagi pukul 05.40 WIB berlangsung sekitar 30 menit tidak begitu berdampak pada hilangnya titik api, hujan dengan intensitas ringan itu hanya mengurai pekatnya asap yang menyelimuti pemukiman penduduk.

Karena itu upaya pemadaman dengan menggunakan helikopter masih terus dilakukan hingga titik api benar-benar padam.

Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh yang ikut dikerahkan ke lokasi kebakaran hutan lahan gambut juga masih melakukan upaya pemadaman karena masih ditemukan titik api yang muncul dari permukaan bawah gambut.

Terutama di kawasan Desa Suak Raya, Suak Nie dan Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan, semua tim Satgas Darat dikerahkan ke lokasi setempat melakukan pemadaman, mereka membawa prasarana pemadaman berkapasitas kecil, untuk menuju lokasi pemadaman berkisar 500 meter dari rumah penduduk.

"Masalahnya sumber air sulit sehingga harus menggunakan air lumpur, setelah kami lakukan peninjauan ada sumber air di kawasan titik api Desa Suak Raya, cuma di sana masih belum aman, belum bisa masuk anggota dan masih di padamkan lewat udara," kata Ketua Tim Satgas dari BKSDA Aceh Khaidir kepada Antara di lokasi. [] Antara, Foto : Ilustrasi

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.