Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, TENGGULUN -- Camat Tenggulun Kabupaten Aceh Tamiang, Zulfikar, dalam menjalankan roda pemerintahan terkesan tidak mengedepankan peraturan, namun cenderung lebih suka dengan yang semu dan berbau haram, alasannya demi menjaga perdamian warganya.

Padahal dari data dan informasi yang dihimpun TamiangNews dari banyak sumber, warga setempat tidak pernah membuat keonaran dan tidak pernah mengganggu kegiatan haram galian C karena merasa takut dengan penguasa di daerah itu, terkecuali hanya sekedar menghentikan truk pengangkut batu yang terperosok di dalam lobang yang mengangah di tengah badan jalan tidak jauh dari Masjid Al-Badar baru-baru ini.

Bahkan Camat Zulfikar, Jumat (28/07) telah turun ke lapangan mengumpulkan warga Dusun Adil Makmur I Kampung Tenggulun di Masjid Al-Badar dan memohon kesediaan warga untuk tidak menggangu para pengusaha pertambangan galian C. Zulfikar menghendaki agar pengusaha berbadan usaha PT maupun yang mengatasnamakan perseorangan dapat bebas dan leluasa dalam menjalankan bisnis haramnya di Dusun tersebut walaupun aktivitasnya tanpa dilengkapi dengan dokumen resmi dan legalitas yang jelas. Ada apa dengan pak Camat..??.

"Saya hanya memfasilitasi dan memediasi kepada warga masalah pengelola galian C. Saya tidak ingin warga saya ribut dan tidak damai", ungkap Zulfikar saat dikonfirmasi TamiangNews melalui ponsel, Zulfikar mengaku masih berada di lingkungan Masjid di Adil Makmur karena usai melakukan pertemuan dengan Warga.

Zulfikar juga mengakui kalau sejumlah pengusaha tambang galian C berbadan usaha PT dan perseorangan dalam menjalankan bisnisnya ditempuh melalui praktik haram dan ilegal karena tanpa kelengkapan dokumen dan legalitas yang sah.

Dalam komentarnya, Camat Zulfikar lebih terfokus membicarakan desakannya kepada banyak pihak agar kegiatan para pengusaha tambang tersebut tetap bisa berjalan mulus, dalam hal ini para pengusaha galian C tersebut terkesan dipelihara dan dilindungi oknum Camat.

"Memang benar, lagalitasnya tidak ada, ini disebabkan oleh jarak tempuh ke Banda Aceh sangat jauh ditambah lagi dengan biaya yang sangat tinggi. Ini kan untuk kepentingan income desa dan PAD", ungkap Zulfikar yang nyaris tidak nyambung dengan tupoksinya sebagai Camat karena memelihara pengusaha ilegal.

Camat Zulfikar juga menyangkal adanya menerima uang, saat ditanya tentang upeti yang distorkan pengusaha ke kantong pribadi Zulfikar.

"Bisa dichek langsung, saya tidak pernah menerima setoran, apalagi meminta upeti untuk kepentingan pribadi. Yang ada paling paling kami meminta bantuan dana kepada kampung yang banyak memiliki PAD ketika ada tamu Bupati datang atau pas 17 Agustusan", sambung Zulfikar.

Salah seorang warga Dusun Adil Makmur I yang mengikuti proses pertemuan dengan Camatnya tersebut kepada TamiangNews mengatakan betapa naif dan munafiknya atas sikap Zulfikar dalam menjalankan tampuk kepemimpinan sebagai Camat.

"Dalam pembicaraannya pak Camat dengan warga, tidak ada sedikitpun membicarakan tentang legalitas pengusaha tambang itu. Pak Camat terus mengusahakan agar pengusaha tetap bisa mengambil batu dari kampung ini", ujar seorang warga Dusun Adil Makmur I yang enggan namanya disebutkan. [] TN-W013

Foto : Salahsatu titik lokasi praktik penambangan batu secara ilegal di Dusun Adil Makmur I, Tenggulun, Aceh Tamiang.

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.