Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, LINGKUNGAN -- Saat melantik Drs HT Irfan TB sebagai Bupati Aceh Jaya, Gubernur Irwandi Yusuf secara khusus meminta meminta bupati baru ini menertibkan ternak yang masih banyak berkeliaran di sepanjang jalan yang dibangun USAID di kawasan Aceh Jaya.

Ini penting ditindaklanjuti, mengingat sudah banyak pengendara mengalami kecelakaan akibat menabrak sapi atau kerbau yang berkandang di jalan.

Segera lakukan penertiban ternak yang berkeliaran di jalan, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa,” kata Irwandi.

Dokter hewan jebolan Universitas Syiah Kuala ini menyatakan, pemerintah harusnya mengutamakan kepentingan masyarakat daripada sapi. “Seharusnya kedaulatan sapi tidak melebihi kedaulatan manusia,” imbuhnya.
Untuk menjalankan program tersebut, Irwandi meminta bupati memberi instruksi kepada camat untuk menertibkan ternak di wilayahnya masing-masing.

Sudah banyak orang meninggal akibat adanya kawanan sapi di jalan. Alangkah lucu ketika kita mempromosikan pariwisata, tetapi ternak masih berkeliaran di jalan,” kata Irwandi.

Ia tambahkan, imbauan itu harus segera disosialisasikan agar masyarakat luas tidak melepaskan ternaknya di jalan. Kalau masih dibiarkan berkeliaran di jalan, maka polisi dan tentara tahu harus melakukan apa, kan ada aturannya?” tukas dia.

Ya, kalimat terakhir ini sangat menarik. Yakni “polisi dan tentara tahu harus melakukan apa?” Sebab, ketika masyarakat pengguna jalan raya mengeluh akibat gangguan ternak di jalan raya, selama ini yang sering menertibkannya adalah pihak polisi pamong praja atau Satpol PP. Dan, itu hanya berlangsung sesaat, setelah razia berhenti, ternak-ternak kembali “menguasai” jalan raya. Itu antara lain karena pemiliknya tidak dijerakan.

Benar kata Irwandi, ada begitu banyak pengguna jalan raya meninggal dalam kecelakaan kerana mengelak atau menabrak ternak. Ada begitu banyak pula warga yang cacat seumur hidup karena kecelakaan di jalan raya yang disebabkan oleh gangguan ternak.

Di beberapa daerah di Aceh, termasuk Banda Aceh, memang sudah aturan berupa Qanun beserta sanksinya bagi pemilik tarnak yang melepasliarkan sapi, kerbai, kambing, dan lain-lain di jalan raya. Namun, aturan itu tak pernah diterapkan secara serius.

Makanya, jangan heran, di Banda Aceh saja yang ibukota provinsi ini tak jarang terlihat sapi-sapi dan kambing berkeliaran di jalan raya bahkan di jalan protokol.

Justru itulah, instruksi Irwandi itu hendaknya bukan cuma dijalankan oleh Bupati Aceh Jaya, tapi juga harus dijalankan oleh semua bupati dan wali kota. Sebab, keberadaan ternak di jalan raya sudah sangat meresahkan atau mengancam keselamatan pengguna jalan.

Jadi, bagi daerah yang sudah punya qanun penertiban ternak, supaya segera menerapkannya secara serius dan rutin. Sedangkan bagi kabupaten atau kota yang belum memiliki qanun tentang itu hendaknya segera membuat untuk kemudian dijalankan.

Harapan kita, ke depannya jalan raya di Aceh jangan lagi diejek “sebagai kandang sapi terpanjang di dunia”. Dan, jangan sampai pula pak polisi dan pak tentara turun ke jalan hanya untuk menertibkan ternak. Nah!? [] http://aceh.tribunnews.com. foto : ilustrasi.

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.