Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, SUKA MAKMUE - Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, sejak tanggal 1 Juli 2017 lalu, resmi memberhentikan sebanyak 3.448 pegawai honorer yang tersebar di seluruh jajaran pemerintahan di kabupaten ini. Tenaga honorer yang telah diberhentikan ini meliputi tenaga administrasi yang mayoritas lulusan SMA, tenaga pendidik (guru), serta tenaga medis seperti bidan, perawat, dan profesi lainnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Nagan Raya, Dra Cut Intan Mala menjawab Serambi Kamis (6/7) mengatakan, pemberhentian ribuan tenaga honorer tersebut dilakukan lantaran perekrutan tenaga honorer tak dibenarkan oleh aturan dan perundang-undangan. “Karena sekarang ada aturan tak boleh lagi ada honorer, makanya semua kita berhentikan,” jelasnya.

Menurutnya, hanya tenaga honorer pada bidang pekerjaan tertentu saja yang tidak diberhentikan. Seperti petugas kebersihan (office boy), sopir, dan bidang pekerjaan yang tidak bisa dilakukan oleh pegawai negeri sipil.

Sekda mengatakan, pemberhentian tenaga honorer ini merujuk kepada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 56 Tahun 2012 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2005, terkait Larangan Merekrut Tenaga Honorer di Jajaran Pemerintah Daerah.

Selama ini, kata Cut Intan, setiap tahunnya Pemkab Nagan Raya mengalokasikan anggaran sebesar Rp 36 miliar dalam APBK, untuk membiayai seluruh tenaga honorer yang dipekerjakan. Di sisi lain, keberadaan tenaga honorer di kantor pemerintah juga membuat para pegawai negeri sipil (PNS) malas. “Kalau ada pegawai honorer, PNS jadi malas, karena tugasnya dilimpahkan ke honorer,” terang Cut Intan.

Ia menambahkan, dunia pendidikan adalah salah satu sektor yang ikut terdampak akibat dari banyaknya honorer. Pasalnya dengan adanya tenaga honorer maka guru PNS yang sudah memiliki sertifikasi dari pemerintah juga kekurangan jam mengajar, karena saat ini guru wajib mengajar selama 24 jam per minggu, terang Sekda Nagan Raya, Cut Intan Mala. [] serambinews.com, foto : ilustrasi

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.