Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, KARANG BARU -- Kepala Dinas Kesehatan, dr. M. Nur Fajri, Jum'at (02/06) di ruang kerjanya mengklaim telah melaksanakan dengan maksimal dalam rangka menekan jumlah kasus kejadian DBD (demam berdarah dengue) sehingga untuk di Negeri Bumi Muda Sedia julukan Kabupaten Aceh Tamiang trennya mengalami penurunan.

"Tren menurunnya kasus kejadian DBD, karena timbulnya kesadaran masyarakat tentang gerakan PSN (pemberantasan sarang nyamuk) meningkat dan gerakan satu rumah satu juru pemantau jentik", imbuhnya.

Menurut dr. Fajri bahwa kecamatan yang menjadi endemis penyakit DBD masih dikawasan kota yang padat penduduknya. Biasanya kasus DBD meningkat pada bulan Januari, namun selama empat bulan terakhir jumlah penderita DBD hampir bisa dibilang tidak ada.

"Karena sejak Januari hingga Mei 2017 tercatat tidak ada penderita baik anak-anak maupun orang dewasa yang meninggal dunia", sebutnya.

Disamping itu kata pria yang pernah menjabat Kepala Puskesmas Karang Baru itu, hal yang menyangkut rumah warga telah bebas jentik nyamuk juga meningkat dari 75 persen hingga menjadi 95 persen, efek dari gerakan satu rumah satu jumantik.

"Gerakan tersebut sangat berpengaruh signifikan untuk menekan penyebaran virus nyamuk Aedes Agypti selama musim hujan, sehingga kasus DBD juga dapat ditekan", ungkapnya.

Selain itu sebut Pria yang pernah menjabat Direktur RSUD Tamiang itu, meskipun masih ada satu hingga dua rumah yang belum bebas dari jentik nyamuk, namun tren penurunan kasus itu juga diikuti dengan penurunan angka kematian pasien DBD.

"Yang kita harapkan masyarakat lebih mengutamakan kesehatannya dengan menjaga lingkungan, walaupun banyaknya anggaran kesehatan yang dijamin oleh pemerintah, tentunya tidak menjadi berharga jika tubuh tidak sehat", pungkasnya. [] TN-RF

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.