Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, JAWA TENGAH -- Sekitar bulan April 2017 lalu, sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum milik Pertamina di Salatiga, Jawa Tengah, terbakar. Penyebabnya adalah percikan api yang keluar dari knalpot racing sepeda motor, saat sedang mengisi bahan bakar.

Agar kejadian tersebut tidak terjadi lagi, PT Pertamina Persero mengimbau ke seluruh SPBU yang tersebar di Indonesia agar memberikan peringatan bagi pengguna knalpot racing saat mengisi BBM.

“Ini yang kadang kami agak susah (melarang). Karena, satu sisi kami ingin berikan layanan, tapi sisi lain tidak ada yang kontrol,” ujar Vice President Retail Fuel Marketing Pertamina, Jumali, di Menteng, Jakarta Pusat.

Lanjut dia, sebenarnya hanya diperlukan kewaspadaan saja dari petugas dan konsumen, sehingga kejadian kebakaran tidak terulang lagi.

“Pokoknya begini, kalau memang operator ragu, bisa minta (pengendara motor) untuk mematikan mesin kendaraan.

Setelah mengisi bensin, starter jangan dekat situ (dispenser pengisian), untuk kebaikan bersama. Begitu sampai di gate keluar, sudah aman biasanya. Standarnya itu saja,” tuturnya.

Jumali menjelaskan, hal itu sebenarnya sudah diinformasikan ke petugas SPBU yang ada di lapangan. “Sebetulnya itu sudah lama, tapi kami ingatkan lagi. Safety first. Intinya, kami ingin memberikan pelayanan yang mudah saja bagi pelanggan,” katanya. [] viva.co.id, foto : ilustrasi

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.