Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, KARANG BARU -- Puluhan warga Kampung Suka Rakyat Kecamatan Rantau Kabupaten Aceh Tamiang, Selasa (06/05) mendatangi kantor DPRK setempat. Mereka mendatangi dewan untuk mengadu kinerja datok penghulu (kepala desa- red) yang sering keluar daerah dan di duga sering pungli terhadap administrasi yang diajukan oleh masyarakat.

Puluhan warga tersebut tiba di kantor dewan pukul 11.00 Wib menggunakan minibus jumbo dan mobil pribadi panter serta sepeda motor. Mereka diterima ketua DPRK Fadlon didampingi Wakil Ketua Juanda, ketua komisi A Ismail dan sejumlah anggota komisi A lainnya seperti Sugiono Iskandar, Erawati ,T. Irsyadul Afkar, Mawardi Nur dan M. Nuh di ruang panitia anggaran (Banggar).

Salah seorang warga,Tarmudi di hadapan anggota dewan mengaku kecewa dengan pelayanan yang diberikan datok penghulu terutama dalam surat menyurat sering tidak terlayani karena sering keluar daerah sebagai sopir ambulance di Pukesmas Rantau. Di samping itu, banyak perangkat kampung mengundurkan diri dari jabatan perangkat desa dengan alasan tidak tahu berbuat apa karena keluhan warga tidak ditanggapi datok.

Hal yang sama juga diungkapkan, mantan MDSK Kampong Suka Rakyat, Zuardi, menurutnya perangkat desa tidak bermasalah dengan Datok penghulu namun datok memiliki masalah dengan warga. “ MDSK telah menghimpun berbagai masalah di desa sejak tahun 2015 dan dilaporkan kepada camat namun oleh camat hanya memberikan sanksi pembinaan”, ujarnya.

Sementara itu iman Desa Suka Rakyat yang sudah menjabat iman desa hampir 30 tahun menyampaikan bahwa setiap penerimaan honorer kami di potong setiap gajian sebesar Rp 80 Ribu oleh Datok Suka Rakyat dan apabila ada masyarakat yang mau nikah ke luar desa dan membuat rekomendasi desa dikutip dana hingga Rp 200 ribu oleh Datok Penghulu.

Menanggapi aspirasi yang disampiakan warga Suka Rakyat, DPRK Aceh Tamiang meminta Bupati Aceh Tamiang segera menyelesaikan masalah yang dihadapi warga suka rakyat sehingga tidak berlarut larut dan menjadi benih konflik di tengah tengah warga. “Kami memahami betul persoalan yang di alami warga namuan warga harus tetap bersabar dan memeberikan kepercayaan kepada Komisi A untuk bekerja mencari solusi terbaik masalah ini”, ujar Wakil Ketua DPRK Juanda.

Pemkab Aceh Tamiang khususnya intansi terkiat harus segera merespon menuntaskan masalah yang dihadapi warga jangan sampai warga menilai pemerintah tidur. “Para pejabat eksekutif harus cepat menanggapi permasalahan masyarakat ,jangan tidur kalau ada persoalan terkait masalah warga", ujar Juanda.

Ditambahkan Ketua Komisi A, Ismail, untuk memberhentikan datok butuh proses karenanya kita memberikan dukungan politis kepada pemerintah untuk segera menyelesaikan masalah ini. Dan dalam waktu dekat kita berharap pimpinan dewan segera memanggil bupati jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di Kampung Suka Rakyat. [] M. Hendra Vramenia (TN-W004)

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.