Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, IDI -- Proyek multi years pembangunan bendungan di Gampong Jambo Reuhat Kecamatan Banda Alam Kabupaten Aceh Timur, yang dikerjakan menggunakan Anggaran Pembelanjaan Aceh (APBA) Rp. 11 Milyar lebih diduga dikerjakan asal jadi.

Hasil investigasi lapangan pada 29 Juni 2017 sekira pukul 15:00 Wib, di lokasi pembangunan bendungan di Gampong Jambo Reuhat Kecamatan Banda Alam Kabupaten Aceh Timur, terlihat dengan jelas proyek tersebut sudah mulai hancur.

Menurut Keuchik Gampong Jambo Reuhat Zulkifli Daud (43 tahun) pada media ini Kamis (29/06), menyebutkan pekerjaan proyek pembangunan bendungan waduk tersebut tidak bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

Lebih lanjut Zulkifli Daud menambahkan, proyek kontruksi pemerintah Aceh yang didanai melaui dana APBA tidak efektif. Pengerjaan yang dimulai dari tahun 2013 menghabiskan anggaran Rp. 11 Miliar melalui LKPJ tahun 2014 dengan sistem kontrak tahun jamak (Multi Years) yang dimulai tahun 2013 itu seharusnya sudah dapat difungsikan.

Zulkifli Daud menambahkan, "waktu itu tanggal 28 Mei 2015 sudah pernah turun Tim Pansus dari Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) ke lapangan. Tim tersebut diketuai Tengku Usman bersama anggota Ridwan Abubakar, Zainuddin, Hj Fatimah, Iskandar Usman Alfarlaqi, dan Darmawan, berdasarkan hasil pansus mereka menolak proyek pembangunan bendungan waduk tersebut, dan dinyatakan tidak layak", pungkas Zulkifli.

Masyarakat Aceh Timur meminta semua pihak, khususnya penegak hukum agar serius menangani kasus dugaan Mar Up anggaran pembangunan waduk (bendungan) Jambo Reuhat. [] TN-W007, Foto : Ilustrasi

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.