Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, BLANGPIDIE -- Sebuah perahu kecil yang ditumpangi satu keluarga berjumlah 8 orang tengelam dikawasan perairan laut pulau Gosong, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) Selasa (27/6), siang.

Sekretaris Daerah Kabupaten (Setdakab), Abdya, Thamrin di Blangpidie, Rabu, mengatakan, peristiwa tenggelamnya perahu menuju pulau wisata tersebut terjadi pukul 11,00 Wib dan menyebabkan dua orang masyarakat tewas.

Dua warga Kabupaten Abdya yang tewas tenggelam dilaut tersebut masing-masing bernama Mawar (43) dan Muslaili (17). Mereka bersama 6 korban tengelam lainnya tercatat sebagai warga Desa Pulau Kayu, Kecamatan Susoh dan masih dalam satu keluarga.

''Peristiwa tengelam perahu pada hari ketiga lebaran Idul Fitri 1438 H itu menimbulkan dua korban meninggal dunia. Sementara, 6 orang lainnya berhasil diselamatkan,'' kata Sekda yang juga ketua Tim SAR Abdya.

Awalnya, kata dia, satu keluarga dari Desa Pulau Kayu, Susoh, berjumlah 8 orang masing-masing bernama Rusdi (suami), Mawarni (Istri), Martunis (anak), M.Samsul (anak), Desi (keponakan), Siti Salamah (ponakan), Muslaili (ponakan) berangkat ke lokasi objek wisata pulau gosong mengunakan boat TS milik pribadi.

Pulau Gosong yang terletak diperairan laut Sangkalan jaraknya sekitar 2 mil dari lokasi wisata Pantai Jilbab, menjadi salah satu tujuan kunjungan wisata di kabupaten Abdya, baik pada hari libur lainnya maupun pada saat lebaran tiba.

''Jadi, setiba dikawasan pulau gosong itu, Boat TS yang ditumpangi keluarga tersebut tidak bisa memasuki area pulau karena banyaknya terumbu karang dan akhirnya mereka transit ke pulau tersebut dengan mengunakan sampan (perahu)'' katanya

Kemudian, lanjut dia, sampan bermuatan delapan warga itu tiba-tiba oleng dan tenggelam dikawasan pintu masuk pulau akibat dihempas ombak besar.

''Jadi, kebetulan pada hari itu ada sekelompok warga lainnya sedang berekreasi di pulau itu dan mereka segera memberikan pertolongan. Kemudian memberitaukan peristiwa itu kepada Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK),'' katanya

Setelah mendapat informasi, lanjut dia, perahu karet Satgas SAR Abdya yang berada di dimuara sungai pulau kayu segera menuju titik lokasi tenggelam bersama-sama dengan para nelayan dan petugas BPBK untuk memberikan pertolongan kepada korban.

Tujuh dari delapan korban tengelam berhasil di ditemukan. Namun, istri Rusdi, yaitu Mawarni ditemukan dalam kodisi kritis dan akhirnya meninggal dunia setelah di evakuasi ke RSUD Teuku Peukan yang jaraknya sekitar 4 kilometer dari lokasi musibah.

''Sedangkan satu korban lagi, yakni, Muslaili (17) baru ditemukan pada Rabu pagi sekitar pukul 09,00 Wib. Korban ditemukan di sekitar laut pulau gosong setelah tim gabungan yang terdiri dari masyarakat, TNI-Polri, SAR dan BPBK melakukan pencaharian'' katanya. [] Antara, foto : ilustrasi

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.