Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, JAKARTA -- Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR) mengapresiasi kinerja pemerintah dalam menangani dan mengatur harga maupun persediaan pangan pokok pada Ramadhan 2017.

Wakil Ketua Komisi IV DPR Herman Khaeron mengatakan, sinergi yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian (Kementan), Kementerian Perdagangan (Kemendag), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU), Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) dinilai menunjukkan hasil yang cukup baik.

"Saya apresiasi kerja keras yang dilakukan pemerintah, mulai dari hulu sampai hilir, mempersiapkan ketersediaan dan stabilisasi harga," ujar Herman Khaeron di Gedung Parlemen, Jakarta, Rabu (7/6/2017).

Herman menambahkan, pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pangan dinilai sebagai langkah yang tepat dalam mengawasi berbagai persoalan pangan yang belum tersentuh ranah hukum.

"Kami melihat kepolisian dan KPPU serius. Kalau ini berhasil pada saat ini, seharusnya pemerintah bisa membuat pola kerja yang lebih detail dan efektif untuk Satgas Pangan, sehingga bisa dijadikan sebagai instrumen antisipasi masalah pangan di setiap hari besar keagamaan," jelasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi IV Fauzih Amro mengungkapkan, keniakan harga pangan di Indonesia yelah mendarah daging dan menjadi tradisi yang selalu terulang setiap tahunnya

"Tradisi kenaikan harga ini sudah dari generasi ke generasi dan di Komisi IV sudah tiga tahun berturut-turut membahas hal ini.

Pemerintah masih harus lebih konkret lagi dalam mengatasi hal ini sehingga kita tidak perlu lagi membahas hal ini secara berulang-ulang di tahun-tahun mendatang," tegasnya.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, menegaskan capaian tersebut dilakukan pemerintah berkat koordinasi dan kerja sama antar kementerian dan lembaga terkait.

Menurutnya, neraca pangan pada tahun ini relatif terjaga dengan baik dengan melihat beberapa komoditas strategis tersedia dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Produksi beras pada Juni saja 3,8 juta ton sementara kebutuhan hanya 2,7 juta ton. Di Bulog saja masih ada stok 1,9 juta ton," ujar Amran.

Kemudian minyak goreng, Amran menjelaskan, persediaan saat ini mencapai 2 juta ton, jauh diatas kebutuhan nasional per tahun yang hanya 743.000 ton.

"Jadi tidak ada alasan untuk harga minyal goreng naik. Kita produsen Crude Palm Oil (CPO) terbesar di dunia," jelasnya.

Kemudian, untuk komoditas pangan pokok lainnya, seperti gula pasir, bawang merah dan daging, Amran menegaskan, pemerintah memiliki stok yang cukup untuk mememuhi kebutuhan selama masa Ramadhan hingga Lebaran. [] kompas.com, foto : ilustrasi

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.