Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, JAKARTA -- Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo memastikan pelantikan Gubernur/Wakil Gubernur Aceh terpilih, drh Irwandi Yusuf MSc dan Ir Nova Iriansyah MT, akan berlangsung pada hari Rabu, 5 Juli 2017, dalam Sidang Paripurna Istimewa DPR Aceh, di Banda Aceh. Mendagri juga menunjuk Sekda Aceh, Drs Dermawan MM, sebagai Pelaksana harian (Plh) Gubernur Aceh, menyusul berakhirnya masa tugas Gubernur/Wakil Gubernur Aceh periode 2012-2017, dr Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf, pada tanggal 25 Juni 2017.

Kepastian jadwal pelantikan gubernur dan wakil gubernur Aceh yang baru disampaikan Direktur Otonomi Khusus Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Drs Safrizal ZA MSi kepada Serambi di Jakarta, Rabu (22/6).

Disebutkan, pelantikan dan pengucapan sumpah jabatan gubernur dan wakil gubernur Aceh dilakukan berdasarkan Pasal 69 Undang-Undang No 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh atau UUPA. Pemimpin baru Aceh tersebut dilantik dan diambil sumpah oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) atas nama Presiden Republik Indonesia di hadapan Ketua Mahkamah Syariah dalam Sidang Istimewa DPR Aceh.

Kementerian Dalam Negeri telah mengirimkan telegram kepada Ketua DPRA perihal jadwal dan tatalaksana pelantikan gubernur dan wakil gubernur Aceh terpilih tersebut. Telegram dengan klasifikasi “Amat Segera” tersebut bernomor: 121.11/2930/SJ, juga ditembuskan kepada Presiden RI, Wakil Presiden RI, Menkopolhukam, Mensesneg, Sekab, Pangdam Iskandar Muda, Kapolda Aceh, Pimpinan TNI AU di Daerah, Sekretaris Daerah Provinsi Aceh, Ketua Pengadilan Tinggi Aceh, Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh, dan Ketua FKUB Provinsi Aceh.

Pada saat pelantikan, gubernur dan wakil guberbur terpilih mengenakan PDUB dan didampingi masing-masing istri mengenakan pakaian nasional. Terkait teknis pelaksanaan dan keprotokolan, akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan Pemda Provinsi Aceh.

Karo Humas dan Protokoler Setda Aceh, Mulyadi Nurdin Lc MH kepada Serambi di Banda Aceh mengatakan pihaknya sudah mempersiapkan segala sesuatu terkait protokoler acara pelantikan, termasuk pidato gubernur terpilih.

“Karena acaranya adalah sidang paripurna DPRA, tuan rumahnya adalah Sekwan. Kita siap backup penuh dari sisi keprotokolan dan kehumasan. Dalam proses pengamanan dibantu oleh Polda dan Satpol PP. Persiapan sudah dilakukan jauh-jauh hari, dengan adanya kepastian surat dari Mendagri, maka tinggal action,” kata Mulyadi.

Dermawan Jadi Plh Gubernur

Mendagri Tjahjo Kumolo juga telah menunjuk Sekda Aceh, Drs Dermawan MM, sebagai Pelaksana harian (Plh) Gubernur Aceh, menyusul berakhirnya masa tugas Gubernur/Wakil Gubernur Aceh periode 2012-2017, dr Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf, pada tanggal 25 Juni 2017.

“Penunjukan Sekda Aceh sebagai Plh Gubernur Aceh, disampaikan Mendagri melalui telegram Nomor 121.11/2924/SJ tertanggal 22 Juni 2017 yang disampaikan kepada Gubernur Aceh,” kata Kepala Biro Tata Pemerintahan Setda Aceh, Frans Delian kepada Serambi, Kamis (22/6) di Banda Aceh.

Selain untuk Plh Gubernur Aceh, kata Frans Delian, Mendagri juga mengirimkan telegram penunjukan sekda beberapa kabupaten/kota sebagai plh bupati dan wali kota yang masa tugasnya berakhir bulan Juli. Di antaranya Bupati Aceh Besar (berakhir 3 Juli 2017), Wali Kota Banda Aceh (4 Juli 2017), Wali Kota Lhokseumawe (5 Juli), Bupati Aceh Utara (5 Juli), Bupati Aceh Timur (6 Juli), dan Bupati Aceh Jaya (9 Juli).

Terkait jadwal pelantikan bupati/wali kota yang masa tugasnya akan berakhir bulan Juli, Frans Delian mengatakan hal itu akan diatur kembali setelah pelantikan gubernur Aceh yang baru, Irwandi Yusuf. Dengan demikian, masa tugas Plh Sekda di kabupaten/kota bisa bertambah, sampai bupati dan wali kota yang baru dilantik oleh Gubernur Aceh Irwandi Yusuf.

Sementara itu, Wakil Ketua I DPRA, Sulaiman Abda mengatakan Sekretariat DPRA sudah menerima telegram Mendagri yang memberitahukan tentang jadwal pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh terpilih 2017-2022. “Telegram Mendagri yang menetapkan jadwal pelantikan gubernur Aceh terpilih, 5 Juli 2017, segera ditindaklanjuti Pimpinan DPRA dengan melaksanakan rapat Badan Musyawarah (Bamus),” ujar Sulaiman yang dikonfirmasi Serambi, usai melakukan peninjauan persiapan arus mudik di lintas pantai barat-selatan Aceh, Kamis (22/6).

Sulaiman Abda mengatakan, meski Mendagri telah menetapkan jadwal pelantikan Gubernur Aceh terpilih 5 Juli 2017, tapi untuk pelaksanaan sidang paripurna, DPRA wajib melaksanakan rapat Bamus untuk penetapan perihal yang sama.

Sekretaris DPRA, A Hamid Zein yang dikonfirmasi terpisah mengatakan, pihaknya sudah melakukan berbagai persiapan pelantikan gubernur baru, termasuk pencetakan undangan. Menurutnya, pihaknya memang melakukan persiapan sejak jauh-jauh hari untuk mengantisipasi sempitnya masa kerja karena bertepatan dengan libur panjang Idul Fitri 1438 H. [] serambinews.com

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.