Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, LANGSA -- Lembaga Pengawas Advokasi Publik Republik Indonesia (LSM LPAPRI) menilai Proyek Pembangunan Gedung Intalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah Langsa yang baru saja selesai dikerjakan, kini gedung tersebut sudah retak dan plafon sudah hancurdan tidak memenuhi standar.

Berdasarkan hasil monitoring tim investigasi LSM LPAP-RI terhadap Pembangunan Gedung IGD RSUD Langsa baru-baru ini terlihat kondisi fisik nya sangat diragukan mutu dan kualitasnya sangat rendah ujar koordinator tim LSM LPAP RI Aceh Rabono Wiranata kepada wartawan Senin (05/06) di Langsa.

Hasil pantauan di lapangan kondisi gedung yang baru saja selesai dibangun dengan menggunakan dana dari APBN 2015-2016 sudah banyak yang retak dan pecah sangat di khawatirkan apabila terjadi gempa gedung itu akan roboh, "ujar Wira.

Terlihat pada sejumlah titik bangunan tersebut di sekitar ruang aula gedung IGD itu sudah banyak yang retak dan terkesan dikerjakan asal jadi oleh salah seorang kontraktor", sebut Wira lagi.

Berdasarkan hasil penelitian tim investigasi dari LSM LPAP-RI juga kondisi plafon sudah rusak akibat dari atap seng yang bocor karena bahan bangunan itu berkualitas sangat rendah sekali.

Koordinator LSM LPAP-RI mendesak kepada Kejati Aceh dan Polda Aceh atau pihak terkait lainnya agar segera mengusut tuntas kasus bangunan yang dibangun denga uang rakyat tersebut", tambah Wira.

Menurut Wira lagi pembangunan gedung UGD RSUD Langsa ini terkesan sekali dibangun asal jadi dan tidak dipikirkan akan jatuh korban apabila gedung ini ambruk dalam kondisi dibangun asal jadi", jelas Wira.

Kami sudah lihat langsung gedung ini nyaris ambruk kalau tidak segera diperbaiki akan ada yang jatuh korbannya nanti, apa lagi gedung IGD banyak masyarakat yang masuk ke ruang itu", sebut Wira lagi.

Pihak penegak hukum jangan tinggal diam tidak ada yang kebal hukum di negeri ini, siapapun yang terlibat harus di tindak tegasn", pinta Wira. [] TN-W007

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.