Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, KARANG BARU -- Menanggapi maraknya kegiatan ilegal logging dan penggundulan hutan, Ketua LSM Fakta Rabono Wiranata menyatakan, masalah pembalakan hutan secara liar di beberapa titik di Aceh Timur dan Aceh Tamiang.

Menurutnya, untuk kawasan Tamiang Hulu, penggundulan hutan terjadi di seputar Blutan dan Bukit Tiga Kilo dan di Aceh Timur Penaron, Simpang Jernih. Rantau Panjang, Blang Tualang dan sekitarnya serta pedalaman Aceh Timur lainya, pembalakan liar terus terjadi tanpa ada pencegahan dan penghentian dari penegak hukum.

Sambung Wiranata Undang-Undang No. 18/2013, tentang Pencegahan dan Pemberantasan Pengerusakan Hutan (P3H) belum ditegakkan di Aceh Tamiang dan Aceh Timur, sebab diduga masih ada oknum penegak hukum yang terlibat dan membeking pembalakan liar yang hasilnya diangkut ke Sumatera Utara.

“Berbagai modus dilakukan untuk memuluskan penyelundupan kayu terlarang, seperti bahan setengah jadi, bahan kusen, dan bahan olahan lainnya, seperti jendela dan pintu", ungkapnya.

Terkait kegiatan dan modus illegal logging para pelaku pengangkutan menggunakan sepeda motor, kayu ilegal tersebut yang diangkut dengan menggunakan sepeda motor, kayu yang di angkut jelas adalah jenis kayu kelas seperti kayu merbau dan kayu damar yang menjadi bahan baku kusen. Pihaknya mendukung sepenuhnya tindakan oleh pihak terkait, dalam penegakan hukum terhadap kegiatan ilegal loging.

"FAKTA meminta agar penegak hukum dan para pihak terkait bisa mengungkap pelaku pembalakan liar dan modus kilang ketam yang melakukan kegiatan ilegal loging di daerah tersebut sampai ke pengadilan”, tegasnya.

Di sisi lain Fakta meminta Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (KP2TSP) Aceh Tamiang dan Aceh Timur segera memeriksa sejumlah kilang pengetaman kusen. Sejumlah kilang ketam tersebut diduga tidak memiliki izin operasional yang diduga hanya merupakan topeng untuk menampung bahan baku yang notabene kayu ilegal.

“Berdasarkan informasi yang kami peroleh, kilang ketam itu hanya merupakan muara penampungan kayu ilegal yang berkedok kilang pengetaman, patut diduga erat kaitannya dengan maraknya kegiatan ilegal logging dan penggundulun hutan”, papar Wiranata. [] TN-W007, Foto : Ilustrasi

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.