Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, KARANG BARU -- Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Wilayah III Aceh terkesan sengaja membiarkan aksi pembalakan liar di kawasan hutan lindung dalam wilayah III Aceh, diduga milyaran rupiah uang negara setiapnya tahunnya yang dikucurkan untuk instasi itu sia-sia, ironisnya dana Reboisasi hilang akibat adanya perambahan hutan diareal HGU.

Karena pembiaran ini Pemerintah Aceh disinyalir dirugikan miliyaran rupiah setiap tahunnya hanya untuk membayar tenaga pengamanan hutan masing-masing daerah, papar Saiful Alam, SE selaku Koordinator Wilayah Aceh Lembaga Pengawas Kebijakan Pemerintah dan Keadilan (LP-KPK) Aceh.

Menurut dia Polhut maupun PamHut Kesatuan Pemangkuan Hutan Wilayah III Aceh terkesan tidak bekerja mereka takut untuk mengambil sikap takut disalahkan seperti yang pernah mereka lakukan beberapa waktu lalu menurut sumber LP KPK pihak KPH Wil III pernah menyalahkan PamHut yang sempat menangkap para pelaku Ileggal logging di daerah Aceh Tamiang.

Saiful menambahkan, menjamurnya kilang ketam merupakan kedok dari ilegal logging, sementara tenaga pengamanan hutan di KPH III bak singa ompong. Tercatat untuk wilayah KPH III ini tenaga PamHut berjumlah 300an orang tapi mereka sama sekali tidak berani bekerja sesuai arahan dari Dinas Lingkungan Hidup Kehutanan Provinsi (DLHK) karena mereka selalu disalahkan, terkesan Kesatuan Pemangkuan Hutan ( KPH) Wil III Aceh ada main mata dengan pelaku ilegal logging di wilayah ini.

Dijelaskan Saiful Alam untuk KPH III Aceh masing masing Kabupaten Aceh Tamiang, Langsa, Aceh Timur Aceh Utara Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Blang Kejeren merupakan Kawasan Hutan Lindung yang didengung-dengungkan sebagai paru-parunya dunia saat ini keadaannya sangat memprihatinkan, padahal KPH wilayah ini memiliki sekitar 600 tenaga Pengamanan Hutan. Anehnya Kasie Pengolahan yang menangani Peredaran Hasil Hutan hanya berdiam diri seakan-akan membiarkan perambahan itu berlanjut terkesan ada main mata dengan Kasie Pelindungan dan Konservasi, yang mereka berkoordinasi dengan Polisi Kehutanan dan pihak Kepolisian setempat.

Saat ini di Kota Langsa yang merupakan Kantor KPH III Aceh sedikitnya ada 12 Unit kilang yang setiap harinya mengolah kayu logs dan Balok Tem lebih dari 100 m3 diolah dan dipasarkan di panglong-panglong sekitarnya Kota Langsa juga sebahagian besarnya dibawa keluar daerah seperti ke Medan, ungkap Ketua LP KPK Aceh.

Sejauh mana penanganan illegal loging di wilayah Aceh Tamiang dan Aceh Timur sehubungan dengan maraknya pembalakan liar dan pembukaan lahan dikawasan hutan lindung ataupun hutan konversi.

Hasil pantauan kami di lapangan dijumpai angkutan kayu log dan balok tem tanpa dokumen, serta kayu yang menggunakan rakit di wilayah Sungai Tamiang.

Diperkirakan Negara dirugikan atau hilangnya Provisi Sumber Daya Hutan dan Dana Reboisasi (PSDH dan DR) milyaran Rupiah karena adanya indikasi permainan oknum Kehutanan yang melakukan pembiaran maupun pembekingan untuk menikmati hasil illegal Logging mengingat di setiap 2 RPH telah ditempatkan PamHut, melihat kenyataan ini sejauh mana tanggungjawab Kasie Perlindungan Hutan dan Konservasi, terkesan Kasie Pengolahan hanya tutup mata atau memang tidak mau tahu yang mana kayu legal maupun illegal. [] Tim/TN-W012

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.