Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, LANGSA -- LSM Koalisi Bersama Rakyat (Kibar) beraudiensi ke Kejati Aceh. Mereka mempertanyakan kasus pengadaan lahan untuk Kampong Nelayan Kota Langsa dan untuk pembangunan prasarana olahraga oleh Pemko Langsa menggunakan APBA dan Otsus 2013 yang diduga menyalahi aturan.

Audiensi itu diterima Asintel Kejati, Rustam SH dan Koordinator Tipikor, Kahar Muzakkir. Kedatangan Muslim turut didampingi pengurus Kibar Aceh, Muhamad Ali, Ketua Kibar Banda Aceh, Aji, Ketua Kibar Pijay, Rijal, dan Ketua Kibar Aceh Besar, Faisal.

Ketua Kibar Aceh, Muslim SE menyampaikan kehadiran pihaknya ke Kejati untuk mempertanyakan tindaklanjut kasus dugaan korupsi dalam pembebasan lahan untuk Kampong Nelayan Kota Langsa di Kampung Kapa Langsa Timur tahun 2013 dan pembebasan lahan untuk prasarana olahraga dan ruang terbuka hijau di Gampong Alur Dua Langsa Baro tahun 2013 yang sebelumnya sudah ditangani Kejari Langsa.

Muslim menjelaskan, dalam pembebasan kedua lahan tersebut telah terjadi markup harga. Ia menyebutkan, harga lahan di Kampung Kapa Langsa Timur saat dibebaskan tahun 2013 Rp 20 juta/ha.

Saat itu Pemko membebaskan sekitar 150 ha. Dikalikan Rp 20 juta/ha, maka harga yang harus dibayar sekitar Rp 3 miliar. “Tetapi nilai pembebasan yang dibayar mencapai Rp 7,1 miliar lebih,” katanya.

Markup harga, kata Muslim, juga terjadi pada pembebasan tanah untuk lahan prasarana olahraga dan ruang terbuka hijau di Gampong Alur Dua Langsa Baro tahun 2013. Pemko membebaskan lahan di sana seluas 24 ha dengan harga Rp 5.9 miliar lebih dari APBA dan Otsus 2013.

“Pemilik tanah adalah pihak yang sama dengan Kampung Kapa, besar kemungkinan markup dan korupsi sudah direncanakan,” ujarnya.

Dikatakannya, pada 2014 kasus ini sudah pernah diperiksa oleh kejari Langsa, namun hingga saat ini masih belum jelas penanganannya.

“Kuat dugaan kasus ini diperiksa bukan untuk diproses hukum namun diperiksa untuk diamankan supaya kasus ini tidak terungkap karena yang terlibat dalam kasus ini banyak pejabat,” jelasnya.

Menanggapi laporan tersebut, Asintel Kejati Aceh, Rustam mengatakan akan mempelajari terlebih dahulu kasus itu. Jika sudah ditangani oleh Kejari Langsa, katanya, pihaknya akan menanyakan perkembangannya.

“Tapi kasus ini baru, kami akan coba telesuri dengan mengumpulkan bahan-bahan,” katanya. [] tribunnews.com, foto : ilustrasi

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.