Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, KARANG BARU -- Pembangunan jembatan jalan elak yang terletak di Kampung Bandar Mahligai Kecamatan Sekrak Kabupaten Aceh Tamiang, baru sebatas pondasi. Proyek tersebut terhenti pembangunanya alias mangkrak selama enam tahun sejak dibangun tahun 2012.

Berdasarkan pantauan TamiangNews di lokasi pembangunan jembatan, pondasi yang sudah dibangun baru tiga yakni pondasi yang terletak di pinggir Sungai Tamiang, tengah dan abudmen tanjakan di Sekrak kanan. Sementara di Sekrak kiri belum ada tanda-tanda akan dibangun tiang pondasi jembatan. Kondisi lokasi pembangunan pondasi juga semak dan rumputnya tinggi sehingga dimanfaatkan warga untuk mengikat sapi di sekitar pondasi.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ( PUPR ) Kabupaten Aceh Tamiang, Syamsuri, SE yang dikonfirmasi TamiangNews di ruang kerjanya mengatakan kelanjutan pelaksanaan proyek jembatan elak tersebut tergantung provinsi karena merupakan kewenangan provinsi melalui Dinas Bina Marga Provinsi Aceh.

"Setiap tahun pihaknya tetap mengejar agar proyek jembatan tersebut dilanjuti oleh Dinas Bina Marga Provinsi Aceh tapi kenyataannya setiap usulan tersebut tidak pernah mendapat respon sehingga pembangunan jembatan tersebut mangkrak sampai 6 tahun lamanya", jelas Syamsuri.

Menurutnya, berdasarkan laporan yang diterima,dalam pelaksanaan pembangunan jembatan elak pada tahun 2012 pihak dinas Kabupaten Aceh Tamiang tidak pernah dilibatkan, semua teknisnya langsung dilakukan pihak provinsi.

"Kami tidak begitu mengetahui kapan jembatan tersebut dilanjutkan pembangunannya, karena yang punya urusan langsung dari provinsi," ungkap Syamsuri.

Pihaknya berharap kepada pemerintah Aceh yang baru di bawah kepemimpinan bapak Irwandi Yusuf dan bapak Nova Iriansyah agar dapat merespon keluhan warga Tamiang khususnya masyarakat Sekrak agar memberi perintah kepada dinas terkait untuk melanjutkan jembatan tersebut.

"Jembatan tersebut dibangun pada masa pemerintahan Irwandi Yusuf jilid I dan kita berharap di pemerintahan gubernur Irwandi Yusuf jilid II, proyek jembatan tersebut dapat dilanjuti karena jembatan tersebut berfungsi membuka isolasi daerah sekitar Sungai Tamiang di Kecamatan Sekrak serta mengurai kepadatan lalu lintas di jalan nasional serta memperlancar armada angkutan khususnya truk bermuatan berat, agar tidak lagi melintasi pusat perkotaan khususnya Kota Kualasimpang", jelas Syamsuri. [] M. Hendra Vramenia (TN-W004)

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.