Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, SEKRAK -- Pembangunan jembatan jalan elak yang terletak di Kampung Bandar Mahligai Kecamatan Sekrak Kabupaten Aceh Tamiang, baru sebatas pondasi. Proyek tersebut terhenti pembangunanya alias mangkrak selama enam tahun sejak dibangun tahun 2012.

Berdasarkan pantauan TamiangNews di lokasi pembangunan jembatan, pondasi yang sudah dibangun baru tiga yakni pondasi yang terletak dipinggir Sungai Tamiang, tengah dan abudmen tanjakan di Sekrak kanan. Sementara di Sekrak kiri belum ada tanda-tanda akan dibangun tiang pondasi jembatan. Kondisi lokasi pembangunan pondasi juga semak dan rumputnya tinggi sehingga dimanfaatkan warga untuk mengikat sapi disekitar pondasi.

Pemerhati pembangunan, Ade doles (51) mengatakan, pembangunan pondasi jembatan tersebut merupakan bagian dari pembukaan jalan elak Kabupaten Aceh Tamiang sepanjang 17 kilometer, namun sampai saat ini baru tiga pondasi yang dikerjakan,sementara alas jembatan dan pondasi di seberang Sungai Tamiang tepatnya di Sekrak kiri, sampai saat ini masih terlantar dan belum selesai.

Padahal keberadaan jembatan tersebut sangat penting untuk membuka isolasi di wilayah sekrak kiri, mempermudah kerja pembentukan badan jalan, dan lanjutan pembangunan jalan elak. Kondisi terlantar ini bukan saja terjadi pada pondasi jembatan namun juga terjadi pada jalan elak yang terlihat mulai ditutupi rumput badan jalan.

Warga Tamiang sangat berharap jembatan dan jalan elak ini dituntaskan pembangunannnya, karena sejak dibangun tahun 2012 pada masa pemerintahan Bupati Drs. Abdul Latief, proyek ini sama sekali tidak tersentuh pembangunan pada masa bupati saat ini.

Lanjutan pembangunan jembatan ini sangat penting karena berfungsi untuk menghubungkan daerah Sekrak Kiri dan Sekrak Kanan dan membuka isolasi daerah sekitar Sungai Tamiang di Kecamatan Sekrak serta mengurai kepadatan lalu lintas di jalan nasional serta memperlancar armada angkutan khususnya truk bermuatan berat, agar tidak lagi melintasi pusat perkotaan khususnya kota Kualasimpang.

"Sudah berulang kali disuarakan pembangunan jembatan dan jalan elak ini namun belum ada tanggapan serius dari Pemda Aceh Tamiang dan pemerintahan provinsi Aceh", ungkap Adek Doles. [] M. Hendra Vramenia (TN-W004)

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.