Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, SERUWAY -- Sehingga dengan adanya informasi dari warga tentang Muhammad Nurdin Datok Penghulu Kampung Lubuk Damar Kecamatan Seruway Aceh Tamiang telah melakukan penarikan dana ADD (anggaran dana desa) sebanyak Rp 120 juta yang diduga untuk melunasi pembayaran material proyek rumah bantuan nelayan di kampung setempat.

Terkait hal tersebut, salah seorang sumber yang tidak ingin namanya ditulis, Minggu (04/06) mengatakan Bapak Datok Nurdin sudah menarik dana ADD pada hari Rabu (31/05) sebesar Rp 120 juta, namun dana tersebut diduga untuk membayar material proyek bantuan rumah nelayan di kampung setempat.

"Kenapa dana tersebut dipakai untuk proyek perumahan bantuan di Kampung Lubuk Damar, padahal gaji perangkat kampung sudah 5 (lima) bulan belum menerima. Padahal uang proyek bantuan rumah tersebut sudah ditarik sebesar Rp 300 juta, bahkan dana tersebut untuk usahanya yaitu perkebunan buah naga dipantai kupang, tapi kenapa dana ADD juga dipakai", jelas sumber.

Dalam rangka mencari keakuratan dan keberimbangan informasi, Investigator turun ke lapangan, Senin (05/06) menemui Datok Penghulu Kampung Lubuk Damar M. Nurdin yang dituding terindikasi melakukan penyelewengan dalam pengelolaan dana desa tersebut.

Menurut M. Nurdin mengatakan bahwa dana ADD tidak bisa ditarik sebelum Silpa tahun lalu ditutup dan itu peraturan, walaupun 1 juta tidak bisa ditarik. Selain itu tahun 2016 lalu capaian serapan dana ADD Desa Lubuk Damar hampir 90 persen.

"Astaghfirullah, kejamnye fitnah kepade ambe yang dikatekan begiye tentang pengelolaan dana ADD. Penarikan tahap satu memang sudah cair dan mantoung untuk bayar gaji/honorarium perangkat desa, dah ambe bayarkan plen gaji perangkat yei dari bulan Januari sampei bulan Mei 2017", ujarnya dengan dialek bahasa Tamiang.

Kemudian Datok M. Nurdin merasa tuduhan kepadanya tentang telah menerima uang dari kontraktor pelaksana proyek bantuan rumah nelayan dan dana ADD tahap pertama digunakan untuk menambah modal usaha perkebunan buah naga miliknya itu tidak benar.

"Ambe tau yei Bahase tuduhan plen muncul dari lawan politik ambe saat pemilihan Datok Penghulu pada 2014 yang lalu, cadek usahlah ambe sebut siape ukhangnye", ungkapnya.

Datok Kampung Lubuk Damar menjelaskan dalam proses pembangunan rumah bantuan nelayan tersebut hanya sebagai penjamin pengadaan leveransier/material untuk proyek tersebut, namun tidak menggunakan dana ADD untuk menutupi pembayaran material proyek bantuan rumah nelayan tersebut.

"Memang saya pening juga itu sama kontraktor pelaksana rumah bantuan nelayan, dia orang Banda Aceh, sudah saya telepon kemarin sore di depan toke yang punya material dan dia bilang hari ini datang. Sebab malu kita kalau utang di kampung tidak dibayar, hilang harga diri rasanya. Tapi semua kontraktor tidak ngerti juga", ujarnya prihatin. [] TN-RF

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.