Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, BANDA ACEH -- Bus bertingkat (double decker) rute Banda Aceh-Medan menjadi idola bagi para pemudik. Meski harus merogoh kocek lebih dalam, kursi mewah di lantai satu tetap saja selalu terisi.

Penumpang dapat memilih duduk di kursi atau tidur di ranjang yang disediakan bus 2 lantai tersebut. "Saya pilih bus ini karena ini paling beda dan paling mewah di antara bus-bus lain. Dan bus ini, menurut saya, paling nyaman," kata Putri saat ditemui di Terminal Batoh, Banda Aceh, Selasa (14/6/2017) malam.

Putri bersama keluarga memilih mudik menggunakan bus tingkat untuk merasakan sensasi dan kenyamanan selama perjalanan. Ia akan mudik dari ibu kota Provinsi Aceh ke Medan, Sumatera Utara.

"Harganya lebih tinggi sedikit tapi terjangkaulah menurut saya. Harganya sesuai dengan fasilitas yang diberikan," ungkapnya.

Terdapat delapan bus Sempati Star yang memiliki dua lantai dan enam di antaranya melayani rute Banda Aceh-Medan. Lantai satu bus berwarna kuning ini dilengkapi empat kursi mewah serta dua ranjang yang menyediakan bantal dan selimut. Ukuran kursi lebih luas daripada biasa dan diperuntukkan buat satu orang.

Pada kiri dan kanan kaca tersedia kain gorden. Penumpang yang duduk di lantai satu ini juga dapat menonton televisi dengan ukuran yang lebih besar. Di setiap kursi juga disediakan satu unit televisi. Tempat tidur yang ada di dalam bus pun terlihat lebih eksklusif. Selain kasur spring bed, pengelola memanjakan penumpang dengan bantal kepala dan guling serta selimut. Ruangan berkaca itu juga dilengkapi AC.

Di lantai 2 bus tersedia kursi layaknya bus-bus super-VIP berjumlah 36 seat. Kursi tipe dua-dua itu juga dibekali bantal dan selimut. Ruangan atas juga full AC dan dilengkapi televisi di setiap kursi.

Bus bertingkat di Aceh memang punya dua tipe. Salah satu bus pada lantai satu cuma memiliki empat kursi dan lantai atas sebanyak 32 kursi. Bus-bus ini keluar dari terminal dengan selisih satu jam, yaitu pukul 20.00, 21.00, dan 22.00 WIB. Saban malam, tiga bus bergerak dari Banda Aceh ke Medan dan tiga lagi dari Medan ke Banda Aceh.

Seorang sopir bus bertingkat, Nasruddin (37), mengatakan kelebihan bus ini terletak pada fasilitas yang diberikan kepada penumpang. Dalam perjalanan, penumpang juga diberi makanan dengan menu yang berbeda antara lantai bawah dan atas.

"Harga tiket berbeda. Di atas Rp 250 ribu untuk ke Medan dan di bawah Rp 430 ribu. Untuk di bawah harganya berlaku jauh-dekat, sementara di atas harganya tergantung tujuannya," kata Nasruddin.

"Jumlah sekarang masih seperti biasa, dan diprediksi baru ramai," tuturnya. [] detik.com, foto : ilustrasi

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.