Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, TUALANG CUT -- Sedikitnya 200-an warga dari 10 Kampung dalam Kecamatan Manyak Payed Kabupaten Aceh Tamiang melakukan unjuk rasa ke kantor camat setempat Selasa (9/5) terhadap Datok Penghulu atas pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD/ADK) tahun 2016. Menurut mereka selama ini dilaksanakan tidak transparan dan banyak menyalahi aturan Uandang Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa.

Sejak pukul 09.00 WIB, warga masyarakat datang dari Kampung masing-masing yakni Kampung Benteng Anyer, Seunebok Punti, Ie Bintah, Dagang Setia, Meunasah Paya, Pahlawan, Gedham, Alue Puteh, Alue Sentang, Sapta Marga ke Pasar Hewan Kampung Ie Bintah, setelah seluruh warga hadir mereka bergerak menuju Kantor Camat Manyak Payed yang dikawal oleh Aparat Kepolisian Resort Langsa dan Anggota Polsek setempat.

Mereka melakukan orasi kekecewaan mereka dengan menunjukan poster yang bertuliskan kekecewaan mereka terhadap para Datok Penghulu yang dipimpin oleh koordinator Lapangan Asnawi (38 thn), pekerjaan wiraswasta alamat Kampung Dagang Setia Kecamatan Manyak Payed Kabupaten Aceh Tamiang.

Adapun tuntutan yang disampaikan oleh pengunjuk rasa antara lain meminta kepada camat agar masalah Alokasi Dana Desa tahun 2016 yang hingga saat ini belum ada pertanggung jawabannya harus disampaikan ke warga, karena diduga penggunaan ADD tersebut tidak tepat sasaran dan tidak transparan.

Meminta kepada Bupati Aceh Tamiang Hamdan Sati, ST untuk menurunkan tim Inspektorat ke desa-desa guna mengecek langsung pembangunan yang ada di desa yang menggunakan alokasi dana desa. Meminta kepada pihak keamanan Polsek Manyak Payed untuk mendampingi tim Inspektorat pada saat pengecekan ke desa-desa guna menghindari adanya permainan antara Inspektorat dengan Datok yang desanya bermasalah atas penggunaan dana desa.

Camat Kecamatan Manyak Payed Wan Irwansyah yang hadir mendampingi para pengunjukrasa memberikan tanggapannya dengan menyampaikan tanggapannya di depan warga. Wan Irwansyah mengucapkan terimaksih kepada warga yang berunjuk rasa atas partisipasinya yang telah ikut dalam mengawasi penggunaan anggaran dana desa.

Wan Irwansyah juga menjelaskan kepada pengunjuk rasa bahwasanya pemeriksaan ataupun tim audit dari tim Inspektorat telah turun ke desa sejak hari Jumat tanggal 05 Mei 2017 kemarin, guna mengecek penggunaan alokasi dana desa.

Camat juga meminta kepada pengunjuk rasa agar bersabar menunggu giliran desanya diperiksa oleh tim audit dari Inspektorat, dan meminta tolong kepada warga agar nantinya mendampingi tim dari Inspektorat apabila sudah masuk ke desa-desa yang dianggap bermasalah, dan memberikan bukti kepada tim audit apabila ada temuan di desanya yang dianggap bermasalah. Apabila nantinya ternyata ada temuan yang dianggap bermasalah atas penggunaan anggaran dana desa, maka permasalahan tersebut kita serahkan kepada pihak berwajib, untuk diusut dan dihukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Komandan Operasi Polser Langsa Kompol Kharulloh, dalam tanggapannya di depan pengujukrasa berjanji akan mengusut masalah dugaan penyelahgunaan pengelolaan Alokasi Dana Desa, jika semua ini terjadi pihak mereka akan menindak lanjuti sampai tuntas, kita tidak boleh pilih bulu dalam hal ADD ini jika Datok Peghulu, Kapolsek, Dan Ramil maupun Camat bersalah tetap diproses, kita sabar saja dulu usai pemeriksaan dari Inspektorat, sebut Kompol Khairulloh.

Setelah mendengar tanggapan dari Camat Manyak Payed maupun Dan Op Polres Langsa Payed para pengunjuk rasa dapat menerima penyampaian tersebut dan menunggu tim audit dari Inspektorat masuk ke desanya masing-masing untuk memeriksa penggunaan Alokasi Dana Desa.

Aksi unjuk rasa berjalan aman dan tertib dan mendapat pengawalan dari Polres Langsa dan selesai pada pukul 11.00 Wib. [] TN-W007

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.