Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, SEI LIPUT -- Berdasarkan hasil temuan ada perusahaan mengikuti BPJS ketenagakerjaan dan kesehatan tetapi tidak semua para pekerja dimasukkan di dalam satu perusahaan berikut program dalam BPJS tersebut. Adapun BPJS yang ada untuk pekerja masih didapati menggunakan kartu BPJS yang diberikan kepada masyarakat umum.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua SPSI Aceh Teddy Irawan, SH, Minggu (14/05) via seluler. Menurutnya ada beberapa perusahaan yang belum mendaftarkan sebagian karyawannya ke BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan.

Selain itu, terhadap BPJS ketenagakerjaan sampai saat ini sebagian perusahaan belum mengikut sertakan para pekerja, sementara para pekerja sangat rentan resiko kecelakaan saat bekerja.

"Untuk membuktikan hasil temuan kami, Pemda Aceh Tamiang harus bersikap tegas melakukan kroscek kembali para pekerja yang ada di perusahaan dengan meminta fotocopy kartu kepesertaan dari para pekerja melalui Dinas Tenaga Kerja saat melakukan pelaporan jumlah tenagakerja setiap bulannya", katanya.

Sedangkan untuk BPJS kesehatan sebut Teddy, didapati hasilnya serupa dengan temuan di BPJS ketenagakerjaan. SPSI Aceh dalam hal ini menggarisbawahi khususnya BPJS kesehatan yang menempatkan petugasnya di RSUD Aceh Tamiang, pada hari libur harus tetap bertugas agar jika terjadi pengiriman dari Faskes tahap 1 dapat langsung mendapat pertolongan medis jika terjadi suatu permasalahan terhadap pasien dari perusahaan.

"Untuk kerjasama dari BPJS kesehatan terhadap Faskes tahap 1, kiranya dapat dilakukan penilaian kembali kelayakannya terutama penyediaan obat-obatan maupun kelayakan tempat Faskes", pintanya.

SPSI Aceh atas temuannya tersebut menyimpulkan bahwa perusahaan khususnya di sektor perkebunan masih ditemukan menggunakan sistem kontrak kerja yang tidak sesuai ketentuan dari Menteri Tenagakerja dan Transmigrasi khususnya pada KEP.100/MEN/VI/2004. [] TN-RF

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.