Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, BANDA ACEH -- Direktur Lalulintas (Dirkantas) Polda Aceh, Kombes Pol Guritno Wibowo meminta Tim Saber Pungli Provinsi dan Kabupaten/Kota mengawasi agar jangan ada pungli dalam pelaksanaan pemutihan tunggakan pajak kendaraan bermotor (PKB) di bawah tahun 2017.

Begitu juga dalam pelaksanaan pembebasan biaya Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) 1 persen dari nilai jual terhadap kendaraan non-BL ke BL.

Dirlantas menyampaikan hal ini ketika menjawab Serambi kemarin, menanggapi kebijakan Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah melalui Badan Pengelola Keuangan Aceh dalam Pergub Nomor 23 dan 24 tahun 2017 itu, seperti diberitakan Serambi, Selasa (2/5).

“Sehingga kebijakan ini benar-benar memberikan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya membayar pajak untuk kelanjutan Pembangunan Aceh. Jika ada petugas kami lakukan pungli, saya akan jatuhkan sanksi berat dan tegas. Kepada wajib pajak yang mengetahuinya agar segera melaporkan,” tegas Dirlantas.

Ia memastikan kebijakan Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah ini sudah melalui kajian, penelitiaan, dan pertimbangan berbagai aspek atas masih banyaknya kendaraan tertunggak pajak dan non-BL belum mutasi ke BL. Hal ini sesuai hasil sensus kendaraan bermotor oleh Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendapatan 2016.

Karena itu, Dirlantas memerintahkan petugas lantas di Kantor Samsat agar membantu petugas pendapatan dan memudahkan wajib pajak yang memanfaatkan kesempatan pemutihan ini, bukan malah dipungli untuk alasan memberi kemudahan ke pemilik kendaraan.

“Jika ada pemilik kendaraan yang mau melakukan BBNKB, bantu mereka mempercepat pencabutan berkas, paling lama satu minggu dan secepatnya dua hari.

Kecepatan dalam proses pencabutan berkas tersebut, bisa mendorong pemilik kenderaan melakukan BBNKB kendaraan mereka,” ujar Dirlantas.

Sebaliknya, kata Dirlantas jika petugas lamban melayani pemilik kendaraan yang mau BBNKB ke BL, maka jumlah kendaraan yang belum mutasi ke BL ke depannya bisa bertambah banyak lagi. Karena itu, ia mengingatkan petugas bekerja cepat.

Masih sesuai hasil sensus kendaraan 2016, kata Dirlantas Kombes Pol Guritno ada sekitar 203.656 kendaraan bermotor di Aceh belum dimutasikan atau balik nama ke pemiliknya.

Karena itu, Dirlantas juga mengingatkan momen pemutihan PKB tertunggak ini juga menjadi waktu yang tepat bagi pemilik kendaraan agar sekaligus melakukan BBNKB ke atas nama pribadinya.

Tujuannya supaya saat membayar pajak tahunan tak perlu lagi membawa foto copy KTP pemilik sebelumnya, seperti tercatat di BPKB/STNK maupun nota pajak. [] tribunnews.com, foto : ilustrasi

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.