Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, BANDA ACEH -- Mahkamah Konstitusi (MK) akhirnya memutuskan untuk melakukan Pemungutan suara ulang (PSU) di sejumlah TPS di Gayo Lues dalam sengketa Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Gayo Lues.

Dalam Putusan MK Nomor 29/PHP.BUP- XV/2017 tanggal 26 April 2017,Mahkamah Kostitunsi memutuskan untuk melakukan PSU di 5 TPS yaitu TPS 3 Kampung Kerukunan Kutapanjang, TPS 1 Kampung Rikit Deket, TPS 1 Kampung Tungel Baru, TPS 1 Kampung Bener Buntul Pegayon, dan TPS 3 Penampaan Toa. Putusan harus dilaksanakan paling lambat 30 hari kerja setelah putusan diucapkan.

Menyikapi hal tersebut, pengamat politik dan keamanan Aceh, Aryos Nivada dalam Siaran Press yang di terima TamiangNews, Senin (1/5/2017) menilaiputusan PSU tersebut tidak memperkecil peluang pasangan calon nomor urut 3 yang sebelumnya meraih suara terbanyak, Muhammmad Amru–Said Saini untuk meraup suara di 5 TPS yang diperintahkan untuk dilakukan PSU.

“Dengan diulangnya PSU di 5 TPS tidak memperkecil peluang amru menang.Hal ini karena basis konstituen di Pilkada Gayo Lues diperkirakan cukup besar di 5 TPS yang diperintahkan MK untuk diulang.Selain itu peluang kemenangan Said-Saini akan semakin besar bila mendapat basis konstituen dari pasangan calon nomor urut 1, Adam –Iskandar.Terlebih diketahui bahwa pasangan ini dan kekuatan politik besar di Gayo Lues telah merapat ke kubu Said-Saini, “ ujar Aryos.

Menurut aryos,pemungutan suara ulang di sejumlah TPS di Gayo Lues perlu mendapat perhatian banyak pihak. “PSU di 5 TPS ini perlu jadi perhatian serius, terutama aparat keamanan,karena rawan akan konflik dan kerusuhan. Disisi lain, masyarakat Gayo Lues mempertanyakan netralitas dan keberpihakan aparat kepolisian. Karena salah satu pihak yang bersengketa yaitu paslon no 2 Abd Rasad dan Rajab Marwan (Sarama) telah ditetapkan sebagai buronan politik uang dan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Gayo Lues. Namun diketahui meski pasangan ini telah menjadi borunan polres Gayo Lues namun pihak Polres Gayo Lues hingga kini belum juga memanggil tersangka untuk dimintai keterangan pelanggaran praktik politik uang yang pasangan dilakukan pasangan tersebut. ini patut menjadi tanda tanya bagi semua pihak “ ujar Aryos.

Terakhir, Aryos menyarankan agar proses hukum terhadap pelaku politik uang untuk segera ditindak lanjuti oleh aparat kepolisian “Jangan sampai kepercayaan publik terhadap kepolisian tergerus ekses dari ketiadaan keseriusan pihak kepolisian dalam mengusut praktik politik uang di Pilkada Gayo Lues.Hal ini bukan hanya berpotensi menciderai hukum,namun juga dapat mencoreng wajah demokrasi di Gayo Lues ,“ demikian terang Aryos. [] M. Hendra Vramenia (TN-W004)

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.