Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, LANGSA -- Janji masa suksesi menjadi calon wali Kota Langsa akhirnya terealisasi meski janji tersebut tidak seutuhnya dapat dirasakan oleh warga penerima manfaat raskin gratis tidak layak dikonsumsi, beras tersebut sudah berbubuk dan dihinggapi serangga kutu beras.

Seperti yang dikatakan salah seorang penerima manfaat raskin warga Gampong Paya Bujok Seulemak Zuraida (65) warga Desa Paya Bujok Seuleumak, kepada awak media, mengatakan, pihaknya sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kota Langsa, yang telah menyalurkan beras raskin gratis pada tanggal 18 Mai 2017. Namun pihaknya sangat kecewa, mutu beras yang disalurkan saat ini jauh tidak layak konsumsi, Jumat (19/05).

Zuraida menambahkan, jika dibandingkan beras raskin terdahulu jauh kualitasnya. Apakah ini karena gratis, sehingga mutunya seperti ini.

Menanggapi persoalan tersebut, Zulfadli AR, salah seorang pengamat sosial di Kota Langsa mengatakan, diminta kepada DPRK Langsa, segera membentuk pansus guna menulusuri proses dan mata rantai dalam penyaluran beras raskin gratis, disinyalir terindikasi ada permainan dalam hal pengadaan beras tersebut, menyangkut standar mutu beras yang tidak layak dikonsumsi.

Disesalkan Zulfadli AR, orang miskin itukan juga manusia, membutuhkan makanan yang layak seperti halnya masyarakat lainnya. Jadi hendaknya, Pemko Langsa lebih manusiawi dalam hal memberi bantuan beras raskin gratis kepada masyarakat Kota Langsa.

Sementara Sekretaris Daerah Pemko Langsa, Syahrul Tayeb, yang dihubungi melalui panggilan via WhatApp, Jumat (19/05) untuk konfirmasi terkait masalah tersebut tidak ada jawaban.

Kasub Divisi Regional Bulog Langsa, Ismail Siregar yang dihubungi di kantornya Jalan Ahmad Yani Langsa, menurut stafnya sedang tidak berada di tempat. [] TN-W007, Foto : Ilustrasi

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.