Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, KARANG BARU -- Melihat kondisi lahan IPA (Instalasi Pengolahan Air) PDAM Tirta Tamiang yang sudah sangat sempit sehingga tidak dapat untuk dilakukan pengembangan dan peningkatan IPA berkapasitas 1000 liter/detik, maka PDAM rencananya akan mengusulkan pemanfaatan lahan eks pabrik es PD (Perusahaan Daerah) Sari Petojo milik Pemprop Sumut di Desa Tanjung Karang Kecamatan Karang Baru Kabupaten Aceh Tamiang.

Hal itu dikatakan Direktur PDAM Tirta Tamiang Suhairi, SE, Kamis (04/05/2017) di ruang kerjanya. Menurut pria yang akrab disapa Bang Heri itu, bahwa eks pabrik es tersebut hak pakainya telah berakhir pada 15 Januari 1988 silam, tertuang dalam dokumen surat Nomor 124 tahun 1979.

Sehingga rencana pembangunan tahap awal IPA Terpusat PDAM Tirta Tamiang dengan kapasitas 500 liter/detik dapat terlaksana, terkait usulan pemanfaatan hak pakai lahan tersebut telah disampaikan kepada Bupati, sekaligus menindaklanjuti perencanaan DED yang sudah ada.

Dengan demikian kata Bang Heri, lokasi PDAM yang berada dibelakang komplek RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) akan dikembalikan ke pihak RSUD untuk pengembangan dan perluasan rumah sakit. Dirinya optimis izin pemanfaatan lahan eks pabrik tersebut berpeluang besar dikabulkan Pemda, serta telah memegang sertifikat kepemilikan lahan tersebut. Namun Direktur selaku operator air untuk rakyat berharap stakeholder terkait merespon positif sumbang saran dan masukan terhadap rencana kerja BUMD tersebut.

Dipaparkan Pria yang akan mengakhiri masa jabatannya pada Januari 2018, SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) dalam rangka mendukung program 100-0-100 tahun 2019 tertuang pada Peraturan Pemerintah (PP) RI Nomor 122 tahun 2015, dimana pemerintah pusat dan pemda bertanggungjawab terhadap pengembangan SPAM untuk menjamin hak setiap masyarakat dalam mendapatkan akses air minum bagi kebutuhan pokok sehari-hari.

Selain itu Direktur menyebutkan, usulan pemanfaatan lahan eks PD Sari Petojo milik Pemprop Sumut. Pihaknya tanpa mengurangi rasa hormat kepada si empunya bangunan dari awal menjalin komunikasi dan koordinasi terutama kepada anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut) Komisi yang membidangi BUMD.

"Ternyata mereka merespon positif dan mendukung program kita untuk mengimplementasikan PP 122, bisa dibilang tidak ada hambatan yang berarti karena Pak Hamdan Sati dan anggota DPRD Sumut dari sejak lama telah memiliki historis hubungan emosional, sehingga komitmen berjalan sesuai dengan yang kita harapkan." ujar Suhairi.

Pemanfaatan lahan tersebut nantinya menurut pria yang memulai karier profesionalnya di BUMD itu, peruntukkan lahan untuk pembangunan kompleks rumah dinas dan rumah karyawan PDAM, instalasi pengolah air/water treatment plant, bangunan air baku/water intake, waduk, kompleks kantor produksi laboratorium air dan keamanan, arena olahraga serta rumah ibadah.

Disamping itu, Suhairi, SE yang berkomitmen dalam pengabdiannya kepada pucuk pimpinan daerah baik H. Hamdan Sati, ST yang akan mengakhiri masa jabatannya Desember mendatang maupun H. Mursil, SH, MKn sebagai Bupati terpilih menyatakan PDAM telah berevolusi yang sejak awal digawanginya dari pembiayaan operasionalnya sangat bergantung dari suntikan dana APBD, hingga kini telah menjelma menjadi BUMD yang mandiri.

Bang Heri pun tidak menampik akan mengikuti seleksi uji kepatutan dan kelayakan (Fit and Propher test) oleh Pansel (Panitia Seleksi) rekrutmen direktur PDAM nantinya pasca akhir priode jabatannya, dirinya dalam waktu dekat ini melakukan pengembangan sarana instalasi pengolah air di Desa Aras Sembilan Kecamatan Sekrak yang sasaran pembangunannya diatas lahan izin HGU PT Desa Jaya yang sudah ditinjau dan Kecamatan Banda Mulia yang rencananya sasaran pembangunan dilahan hasil sumbangan warga setempat.

"Rencananya pembangunan IPA di dua kecamatan tersebut pada tahun ini, tembusannya juga telah disampaikan kepada DPRK, Kepala Dinas PUPR, Kepala Bappeda, Kepala Dinas Pertanahan dan Ketua Dewan Pengawas PDAM Tirta Tamiang. Harapan kami dapat terealisasi baik dari aspek perencanaan dan pendanaannya dalam rangka pemenuhan air bersih khususnya bagi warga setempat dan umumnya warga Aceh Tamiang." ungkapnya optimis. [] TN-RF

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.