Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, JAKARTA -- Kebobolan 10 gol dari enam pertandingan yang sudah mereka jalani, adalah gambaran betapa rapuhnya pertahanan Bhayangkara FC. Tim besutan Simon McMenemy itu termasuk satu dari tiga tim yang sudah kebobolan sampai dua digit.

Tim pelatih Bhayangkara FC menyadari lini belakang mereka sangat keropos. Menurut Simon, ini tak lepas dari permainan terbuka yang ia terapkan. Sebab, kenyataannya Bhayangkara FC juga menjadi tim nomor dua paling produktif (9 gol).

Tapi bukan berarti Simon acuh. Persoalan di lini belakang ini tetap mendapat perhatian serius dari sang pelatih. Memperbaiki organisasi pertahanan sedang mereka upayakan. Maklum, Simon telah mencoba semua pemain belakang lokal yang ia miliki untuk ditandemkan dengan Otavio Dutra di posisi bek tengah.

Mulai Indra Kahfi, Suroso, dan Sahrul Kurniawan bergantian mengawal pertahanan Bhayangkara FC. Namun, ketiganya sejauh ini belum mampu berbuat maksimal.

Di sektor bek sayap kanan dan kiri, Bhayangkara FC juga telah merotasi pemainnya guna menutupi kelemahan ini. Namun, sejauh itu pula pertahanan Bhayangkara FC belum menunjukkan perbaikan yang signifikan.

“Kami terus berupaya untuk membenahi kekurangan tersebut. Sampai sekarang kami juga masih mencari formula yang tepat agar pertahanan kami lebih solid,” sebut Simon melalui Media Officer Bhayangkara FC, Eko Yudiono.

Selain lini belakang, Bhayangkara FC juga memperbaiki sektor tengah dan depan. Sebab, semua saling terkait. Satu lini lemah, lainnya pun ikut melemah. “Kami harus tampil lebih bagus di pertandingan selanjutnya, apalagi kami akan bertemu tim kuat, Semen Padang,” sebut Simon melalui Eko. [] bola.com, foto : ilustrasi

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.