Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, TUALANG CUT -- Dugaan penggunaan Alokasi Dana Desa (ADD) Tahun 2016 Kampung Ie Bintah terkesan asal-asalan semakin terkuak hal ini terungkap setelah tim Pemeriksa dari Inspektorat Kabupaten Aceh Tamiang turun ke sejumlah kampung dalam Kecamatan Manyak Payed.

Hasil investigasi TamiangNews.com, bahwa Penggunaan Alokasi Dana Desa (ADD/ADK) Kampung Ie Bintah tahun 2016 tidak tepat sasaran dan ini terlihat dari beberapa kegiatan fisik yang tidak berfungsi.

Sumber TamiangNews.com menjelaskan pasca pemeriksaan yang dilakukan tim Inspektorat Aceh Tamiang sedikitnya ada 15 kegiatan fisik Kampung Ie Bintah yang menjadi temuan serta sorotan baik itu bagi masyarakat maupun bagi Inspektorat Aceh Tamiang.

Bagaimana tidak dari 15 kegiatan tersebut hanya terbagi menjadi 2 kegiatan saja yaitu Pembangunan Plat beton dan gorong-gorong di setiap dusun yang ada di kampung Ie Bintah.
Bukan hanya itu saja pengalokasian dana untuk Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) Kampung Ie Bintah tahun 2016 berupa pembangunan Usaha RO tidak tercatat sebagai aset BUMK.

Ada juga kegiatan pemberdayaan yaitu Pembangunan lapangan Futsal dimana tanah yang dibeli oleh Pemerintahan Kampung Ie Bintah adalah tanah milik warga bernama Wieda Mukhlis yang merupakan Datok Penghulu itu sendiri, disebut-sebut memiliki 3 surat jual beli ini merupakan hal yang sangat perlu diperhatikan terlebih lagi kelihatan ada mencari keuntungan pribadi dari Alokasi dana desa tahun 2016.

Salah seorang warga Kampung Ie Bintah yang biasa di sapa Pak Wahyu yang juga seorang Purnawirawan TNI (45 tahun) yang diwawancarai TamiangNews.com mengatakan Alokasi Dana desa (ADD) bukan milik pemerintah kampung terutama datok penghulu. “Datok Ie Bintah tidak transparan menggunakan dana desa, saya sangat kecewa dan saya harapkan ini harus cepat diproses agar tidak menghambat pembangunan ke depan yang ada di Kampung Ie bintah”, ujar pak Wahyu.

Sementara itu Datok Ie Bintah Wieda Muklis,S.HI yang di konfirmasi via SMS tidak ada balasan dan kemudian via telpon oleh TamiangNews.com juga nomor handphonenya tidak aktif.

Sementara pihak Inspektorat Aceh Tamiang Erwin yang merupakan Ketua Tim Pemiriksa ADD Kecamatan Manyak Payed yang di konfirmasi TamiangNews.com Rabu (31/05) mengatakan, “saya tidak berwenang untuk memberikan konfirmasi karena saya hanya seorang staff dan silahkan saja menjumpai pimpinan kami dan kebetulan juga beliau sedang berada di luar daerah”, ujarnya.
Untuk hasil dari pemerikasaan Inspektorat tidak bisa dalam waktu dekat keluar hasilnya karena ada 36 kampung yang ada di Kecamatan Manyak Payed yang diperiksa Inspektorat. [] TN-W007/TN-W012

Teks Photo : Usaha Air Isi Ulang (RO) yang berada di Jalan Medan-Banda Aceh Kampung Ie Bintah yang mengatasnamakan Usaha BUMK Kampung yang tidak berfungsi sejak dibeli menggunakan dana ADD. (Saiful Alam/Dok. TamiangNews.com)

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.