Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, KARANG BARU -- Dugaan korupsi ganti rugi lahan Politeknik di Aceh Tamiang Rp. 31.500.000.000 (tiga puluh satu miliar lima ratus juta rupiah) Anggaran Tahun 2010 kembali mencuat, kali ini tidak tanggung-tanggung hingga pihak Kepolisian Republik Indonesia mengeluarkan surat Kabareskrim Polri, Nomor
SP2HP/107/IV/2017/TIPIDKOR, tertanggal 28 April 2017, ditandatangani oleh Direktur Tindak Pidana Korupsi Brigjen Pol. Dr. Akhmad Wiyagus, M.Si, MM.

Berdasarkan reliase yang diterima TamiangNews Senin (15/5) dari Lembaga Advokasi Hutan Lestari (LembAHtari) bahwa Kepolisian Republik Indonesia (Polri) melalui Kepala Bareskrim Polri telah menerima surat rujukan dari Lembaga Advokasi Hutan Lestari (LembAHtari) Nomor : 118/L-LT/8/2016, tertanggal 23 Agustus 2016 tentang perihal mohon tindak lanjut dan perintah agar Polres Langsa serta Polda Aceh serius melakukan pengusutan dugaan korupsi ganti rugi lahan Politeknik di Aceh Tamiang sebesar Rp. 31.500.000.000 (tiga puluh satu miliar lima ratus juta rupiah) Anggaran Tahun 2010.

Hal tersebut diketahui berdasarkan surat pemberitahuan dari Kabareskrim Polri, yang ditujukan kepada Direktur Eksekutif LembAHtari, Sayed Zainal M.SH, dengan nomor surat: SP2HP/107/IV/2017/TIPIDKOR, tertanggal 28 April 2017, dan ditandatangani oleh Direktur Tindak Pidana Korupsi Brigjen Pol. Dr. Akhmad Wiyagus, M.Si, MM.

Surat pemberitahuan yang baru diterima oleh Direktur Eksekutif LembAHtari, Sayed Zainal M.SH, Senin (15/05) juga menterakan bahwa Kabareskrim Polri sudah mempelajari surat rujukan dari LembAHtari dan selanjutnya surat tersebut diteruskan ke Direskrimsus Polda Aceh disertai petunjuk dan arahan untuk segera ditindaklanjuti. [] TN-W007

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.